Rifanfinancindo – PALEMBANG – Harga emas melonjak menjadi berakhir di atas level 1.300 dolar AS pada Senin (Selasa pagi WIB). Menguatnya harga emas menyusul ketegangan baru antara Washington dengan Pyongyang dan penurunan di pasar saham.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik USD14 atau 1,08% menjadi menetap di USD1.311,50 per ounce.

Departemen Pertahanan AS mengatakan bahwa pesawat pembom Angkatan Udara AS, Lancer B-1B, dikawal pesawat tempur F-15C Eagle terbang di wilayah udara internasional melintasi perairan sebelah timur Korea Utara.

“Sejak Amerika Serikat mengumumkan perang terhadap negara kami, kami akan memiliki hak untuk melakukan tindakan balasan, termasuk hak untuk menembak jatuh pembom strategis Amerika Serikat bahkan ketika mereka tidak berada di dalam wilayah udara negara kami,” kata Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong-ho di New York.

Ketegangan yang meletus di seputar Semenanjung Korea telah mendorong permintaan terhadap aset-aset safe haven seperti emas, kata analis pasar.

Kontrak emas berjangka mendapat tambahan dukungan, karena Dow Jones Industrial Average AS turun 70,87 poin atau 0,32% menjadi 22.287,72 pada pukul 18.32 GMT. Bila ekuitas mengalami kerugian, logam mulia biasanya naik.

Sementara itu, dolar AS yang kuat menahan kenaikan emas lebih jauh, karena logam mulia dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah. Indeks Dolar AS naik tipis 0,58% menjadi 92,86 pada pukul 18.22 GMT.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 16,3 sen atau 0,96%, menjadi ditutup di USD17,17 per ounce. Platinum untuk penyerahan Oktober naik USD8,1, menjadi menetap di USD940,20 per ounce.

(kmj)

Sumber : Okezone

Rifanfinancindo