Rifan Financindo – PALEMBANG – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena para pedagang membatasi taruhan menjelang pengumuman pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dijadwalkan setelah penutupan pasar.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari naik USD4,7, atau 0,41%, menjadi menetap di USD1.163,70 per ounce.

Logam mulia diberi dukungan karena para investor menghabiskan hari dengan mempersiapkan posisi perdagangan mereka untuk kenaikan suku bunga Fed yang lama diharapkan.

Meskipun ekspektasi itu terutama untuk peningkatan suku bunga, logam mulia naik sedikit karena para pedagang melakukan “shorts covering” dan membatasi posisi jangka panjang untuk menghindari risiko yang terkait dengan pengambilan posisi selama pertemuan FOMC.

Laporan penjualan ritel yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS pada Rabu menunjukkan penjualan ritel meningkat 0,1% pada November, sebuah angka yang memberikan dukungan terhadap logam mulia karena (angka) itu berasa di posisi terendah dari ekspektasi. Analis mencatat pelemahan dalam penjualan mobil AS, yang sebelumnya telah menjadi poin tertinggi untuk laporan ini.

Namun, emas diletakkan di bawah tekanan karena indeks dolar AS naik 1,04% menjadi 102,11 pada pukul 19.30 GMT. Dolar menghabiskan sebagian besar hari di wilayah positif. Indeks dolar adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Logam mulia berada di bawah tekanan lebih lanjut ketika laporan yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS pada Rabu menunjukkan indeks harga produsen meningkat sebesar 0,4% selama November, angka yang lebih tinggi dari ekspektasi dan memberikan tekanan pada logam mulia.

Data itu meningkatkan harapan untuk pertemuan FOMC berikutnya, karena menunjukkan tingkat inflasi lebih tinggi, merupakan sesuatu yang bank sentral AS berusaha untuk kendalikan.

Perak untuk pengiriman Maret naik 24,4 sen, atau 1,44%, menjadi ditutup pada USD17,221 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik USD4,1, atau 0,44%, menjadi ditutup pada USD940,80 per ounce.

(rai)

Sumber : Okezone