SRIPOKU.COM , CHICAGO – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Senin (21/12/2015) waktu setempat (Selasa pagi WIB), didorong pelemahan dollar AS .

Berita Lainnya: Suku Bunga Dinaikkan, Harga Emas Makin Murah

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari naik 15,6 dollar AS atau 1,46 persen, menjadi 1.080,60 dollar AS per ounce.

emas mendapat dukungan karena indeks dolar AS, turun 0,25 persen menjadi 98,44 pada pukul 18.00 GMT. emas dan dollar AS biasanya bergerak berlawanan arah.

Para pedagang fokus pada serangkaian data ekonomi yang akan keluar minggu ini, yakni laporan produk domestik bruto dan laporan penjualan rumah siap huni yang akan dirilis pada Selasa.

Selain itu, pesanan untuk barang-barang tahan lama, penjualan rumah baru, serta pendapatan dan pengeluaran pribadi akan dirilis pada Rabu, dan laporan klaim pengangguran mingguan pada Kamis, sementara pasar akan ditutup pada Jumat.

Menurut analis, tren jangka panjang untuk emas tetap sangat “bearish”, karena The Fed menaikkan suku bunganya pada Desember.

Peningkatan suku bunga The Fed mendorong investor menjauh dari emas dan menuju aset-aset dengan imbal hasil, karena logam mulia tidak mengenakan suku bunga.

Sementara itu, perak untuk pengiriman Maret bertambah 21,9 sen, atau 1,55 persen, menjadi 14,315 dollar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 20,5 dollar AS, atau 2,39 persen, ke posisi 881,30 dollar AS per ounce.

Sumber : ANTARA, XINHUA, http://palembang.tribunnews.com/2015/12/22/harga-emas-naik-dollar-as-melemah