Rifanfinancindo – PALEMBANG – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik karena dolar Amerika Serikat (AS) melemah. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Maret naik USD15,3 atau 1,28% menjadi menetap di USD1.209,80 per ounce.

Dengan potensi penurunan perdagangan AS dalam pikiran, indeks dolar AS turun 0,76% menjadi 99,60 pada pukul 19.15 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar melemah maka emas berjangka akan naik, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih murah bagi investor.

Pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Februari dimulai pada Selasa, dan akan berakhir setelah penutupan pasar hari ini.

Para investor percaya Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,75 ke 1,00 selama pertemuan FOMC awal Maret. Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikkan suku bunga dari 0,75 ke setidaknya 1,00 adalah 4% pada pertemuan Februari dan 21% untuk pertemuan Maret.

Logam mulia diberi dukungan lebih lanjut karena Dow Jones Industrial Average AS turun 124,88 poin atau 0,63% pada pukul 19.15 GMT.

Para analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian maka logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman. Sementara itu, sebaliknya ketika ekuitas AS membukukan keuntungan maka logam mulia biasanya turun.

Perak untuk pengiriman Maret naik 39,1 sen atau 2,28% menjadi ditutup pada USD17,543 per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik USD3 atau 0,30% menjadi ditutup pada USD996,50 per ounce.

(rzk, Rifanfinancindo)

Sumber : Okezone