Rifan Financindo – PALEMBANG – Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi dipicu berlanjutnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni naik USD3,4 atau 0,26% menjadi menetap di USD1.291,90 per ounce.

Meningkatnya ketegangan geopolitik mendorong para investor beralih ke logam mulia saat Pyongyang memamerkan rudal baru dan Wakil Presiden AS mengunjungi Korea Selatan.

Para analis mencatat bahwa aset-aset “safe haven” logam mulia menarik bagi investor, sehingga memberikan dukungan kepada emas selama sesi perdagangan.

Logam mulia mendapat dukungan lebih lanjut karena Indeks Dolar AS turun 0,24 persen menjadi 100,31 pada pukul 19.00 GMT. Indeks merupakan ukuran dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar AS turun maka emas berjangka akan naik, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih murah bagi investor.

Namun, emas dicegah dari kenaikan lebih lanjut karena Dow Jones Industrial Average AS naik sebesar 123,52 poin atau 0,6% pada pukul 18.50 GMT.

Laporan Survei Manufaktur Empire State yang dirilis oleh Federal Reserve AS menempatkan indeks kondisi bisnis umum pada tingkat 5,2, yang menurut para analis jauh lebih buruk dari perkiraan, di bawah tingkat yang diharapkan pada 15,0.

Namun demikian, para analis mencatat bahwa tingkat pekerjaan tetap tinggi, mencapai level 13,9. Mereka percaya laporan ini kemungkinan memberi sedikit dukungan terhadap emas, namun secara keseluruhan terutama netral.

Perak untuk pengiriman Mei bertambah 0,4 sen atau 0,02% menjadi ditutup pada USD18,514 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik USD13,7 atau 1,40% menjadi berakhir di USD991,10 per ounce.

(rzk)

Sumber : Okezone