Rifanfinancindo – Palembang – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup lebih tinggi pada perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena para investor menunjukkan minat yang lebih rendah terhadap investasi berisiko setelah China mengumumkan tarif pada produk-produk AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni naik USD2,9 atau 0,22% menjadi menetap di 1.340,2 dolar AS per ounce.

China pada Rabu 4 April 2018 telah mengumumkan daftar produk-produk impor dari Amerika Serikat senilai USD50 miliar yang akan dikenakan tarif lebih tinggi, termasuk kedelai, mobil dan produk-produk kimia.

Langkah itu diambil setelah pemerintah AS mengumumkan daftar usulan produk yang dikenakan tarif tambahan, yang mencakup ekspor China senilai USD50 miliar dengan tarif yang disarankan sebesar 25%.

Tanggal pelaksanaan akan tergantung pada saat pemerintah AS memberlakukan tarif pada produk-produk China, kata Kementerian Keuangan China

Indeks dolar AS, yang mengukur mata uang greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,07% menjadi 90,199 pada pukul 20.00 GMT.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar AS turun maka emas berjangka akan naik, karena emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi para pemegang mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 13,8 sen atau 0,84% menjadi menetap di USD16,254 per ounce. Platinum untuk penyerahan Juli turun USD13,2 atau 1,42% menjadi ditutup pada USD918,1 per ounce.

(dni)

Sumber : Okezone

Rifanfinancindo