PT Rifan Financindo – Palembang – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange melonjak 1,48% pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), didorong kekhawatiran meningkatnya ketegangan perdagangan antara China dan Amerika Serikat.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni, naik USD19,6 atau 1,48% menjadi menetap di USD1.346,90 per ounce.

Para investor kembali dari libur panjang akhir pekan Paskah untuk perkembangan baru tentang perang perdagangan, yang membantu meningkatkan permintaan emas sebagai salah satu aset safe-haven.

China menangguhkan konsesi tarif atas 128 item produk-produk AS termasuk daging babi dan buah-buahan mulai Senin 2 April 2018 menurut Departemen Keuangan.

Komisi Tarif Bea Cukai Dewan Negara telah memutuskan untuk mengenakan tarif 15% atas 120 item produk-produk yang diimpor dari Amerika Serikat, termasuk buah-buahan dan produk-produk terkait, serta tarif 25% untuk delapan item produk-produk impor termasuk daging babi dan produk-produk terkait dari negara tersebut, menurut pernyataan yang dimuat di situs web kementerian.

Pernyataan itu mengatakan bahwa langkah tersebut adalah tindakan balasan sebagai tanggapan atas langkah AS sebelumnya untuk menerapkan tarif impor baja dan aluminium.

Meskipun ada keberatan di seluruh dunia, pemerintah AS memutuskan untuk mengenakan tarif 25% untuk impor baja dan tarif 10% untuk impor aluminium, dengan tarif-tarif impor dari negara-negara termasuk China.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 40,4 sen AS atau 2,48% menjadi menetap di USD16,672 per ounce. Platinum untuk penyerahan Juli bertambah USD3,9 atau 0,42% menjadi ditutup pada USD936,50 per ounce.

(dni)

Sumber : Okezone

PT Rifan Financindo