RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Emas berlanjut pada volatilitas yang pulih, indikator dan bank sentral AS yang masih hakwish terhadap keputusannya untuk menaikkan suku bunga acuan di bulan depan.

Divisi New York Merchantile Exchange, spot emas adalah naik 0.8 persen di level $US1, 134.26 per. Keuntungan datang seiring dari pejabat Federal Reserve yang menyarankan bank sentral dapat menunda pengetatan kebijakan moneter bulan depan karena masih belum stabilnya di pasar keuangan. Kenaikan tingkat suku bunga akan meredupkan daya tarik tanpa bunga aset seperti emas.

Meskipun demikian, bullion masih terjun 2,3 persen pada minggu lalu, indeks pengeluaran konsumen AS juga terpantau membaik, diikuti dengan pertumbuhan ekonomi AS di kuartal kedua hingga 3,7 persen dari perkiraan awal dari 2,3 persen.

Akan tetapi menurut salah satu manager bank Saxo bank, pertanyaan besar untuk minggu ini adalah apakah kecemasan yang terjadi di pasar ketika tanggal 11 Agustus lalu Tiongkok mendevaluasi mata uangnya akan terus berlanjut. Harga emas yang lemah gagal untuk memacu permintaan fisik di Asia, dengan premi di India yang tergelincir.

Sementara pada perdagangan Comex lainnya, paladium meningkat tajam 4,6 persen menjadi $US585 per ons, spot perak naik 0,6 persen di $US14.56 per ons, platinum adalah naik 1,5 persen di $US1, 016.50 per ons.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/harga-emas-mulai-pulih-3/