RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Emas diperdagangkan dalam kisaran sempit di perdagangan Asia pada Selasa (3/11) pagi. Seiring dari investor yang melihat pada prospek suku bunga AS.

Divisi Comex New York Mercantile Exchange, emas untuk Desember ini turun 0.02% untuk $1.135.90 troy ons, Federal Reserve menghadapi tantangan dalam menaikkan suku bunga pada akhir tahun 2015, seiring dari data ekonomi dan pertumbuhan global di negara-negara seperti Tiongkok yang menyajikan latar belakang kebijakan moneter yang ketat.

Tadi malam, emas berjangka merosot ke bulanan terendah, dipicu dari data campuran manufaktur di Tiongkok, bulan lalu, Caixin manufaktur indeks PMI naik ke level 48,3, dari 47.2 pada bulan September. Sementara pertumbuhan ekonomi Tiongkok melebihi harapan analis selama kuartal ketiga, PDB negara tirai bambu berada pada 6,9%, tingkat terendah sejak krisis keuangan. Pembacaan tersebut menandakan ketakutan bahwa Tiongkok akan selesai dengan pertumbuhan tahunan di bawah 7% untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade.

Seperti diketahui, Tiongkok adalah produsen emas terbesar di dunia dan konsumen terbesar kedua logam mulia di belakang India. Pada perdagangan Comex lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 0,16% menjadi $15.385 troy ons. Kemduain tembaga untuk pengiriman Desember naik 0,05% menjadi $2.314 per pound

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/harga-emas-masih-redup/