RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Emas bergerak lebih rendah ditopang dari penguatan mata uang dolar AS, senin (15/6). Investor melihat dari ekuitas pasar yang lebih rendah dan isu Yunani yang berada dalam ketidakpastian.

Di Comex New York Merchantile Exchange, spot emas menyelinap 0,2 persen menjadi $1181.50 per ons, Sebelumnya dari greenback yang menguat pada emas, menjadikannya lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Analis mengatakan, volatilitas bergerak sangat fluktuatif, investor sangat berhati-hati hari menjelang pertemuan the Fed yang akan dilaksanakan 18 Juni dini hari waktu setempat. Namun seperti yang bisa diduga, nuansa dari FOMC (Federal Open Market Committee) minggu ini mungkin bisa lebih hawkish daripada apa yang dilihat di masa lalu.

Untuk data fundamental hari ini akan ada dari Euro pada 8.00pm, Presiden ECB akan berbicara mengenai kebijakan moneter sebelum parlemen Eropa ekonomi dan moneter komite urusan di Brussels.

Sementara bullion menuju kenaikan mingguan yang pertama dalam empat minggu, keuntungan dilakukan pada awal minggu, Dolar menguat ditopang dari data pada pekan lalu menunjukkan harga produsen pada bulan Mei menguat, hal tersebut merupakan kenaikan terbesar lebih dari dua setengah tahun, ditambah indeks konsumen sentimen AS yang juga naik lebih dari yang diharapkan pada bulan Juni.

Pada perdagangan Perak adalah naik 0.81% persen pada $15.953 per ons, sedangkan tembaga turun -0.13% persen menjadi 2.677 per ons dan palladium kehilangan sebesar 1,2% untuk $734.50 per ons.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/harga-emas-belum-pulih-2/