PT Rifanfinancindo – JAKARTA – Harga emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) 1 gram hari ini mengalami kenaikan Rp1.000 dengan harga Rp611.000. Sementara untuk harga buy back dibanderol dengan harga Rp551.000 per gram.

Melansir logammulia, Rabu (27/7/2016), emas ukuran 2 gram diperdagangkan dengan harga sebesar Rp1.182.000, 2,5 gram dibanderol Rp1.467.500 dan 3 gram Rp1.755.000.

Selanjutnya, harga emas ukuran 4 gram dan 5 gram, masing-masing dibanderol Rp2.328.000 dan Rp2.910.000. Lalu ukuran 10 gram Rp5.745.000. Emas ukuran 25 gram Rp14.225.000, 50 gram Rp28.300.000 dan 100 gram Rp56.425.000.

Selain itu, emas ukuran 250 gram dihargai Rp140.675.000 dan 500 gram Rp2280.975.000. Sementara untuk produk batik 10 gram di harga Rp6.195.000 dan ukuran 20 gram seharga Rp11.970.000.

Sedangkan untuk edisi natal 5 gram yakni Rp2.935.000 dan 2 gram sebesar Rp1.207.000 Untuk emas kemasan edisi Idul Fitri, tersedia dalam ukuran 1, 3 dan 5 gram. Dengan harga Rp686.000, Rp1.257.000 dan Rp2.985.000.

Sementara itu, harga emas bercorak batik 10 gram dibanderol Rp6.195.000 dengan harga per gram Rp619.000. Kemudian ukuran 20 gram, dijual Rp11.970.000 dengan harga per gram Rp598.500.

Kemudian emas kemasan edisi Natal 5 gram dijual Rp2.935.000 per bar atau Rp587.000 per gram. Untuk ukuran 2 gram dijual Rp1.207.000 per bar atau Rp603.500 per gram.

Sedangkan untuk emas kemasan edisi Idul Fitri 5 gram dijual dengan harga Rp2.985.000 dengan harga Rp597.000 per gram, ukuran 2 gram dengan harga Rp1.257.000 atau Rp628.500 per gram, dan ukuran 1 gram dengan harga Rp686.000.

(mrt)

Sumber : Okezone

Rupiah Terapresiasi 4,48% Selama 6 Bulan Pertama

PT Rifanfinancindo – JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin menunjukkan tren stabil. Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS pagi ini pun dibuka menguat di level Rp13.133 per USD.

“Hingga 26 Juli 2016 pergerakan Rupiah tehadap dolar relatif stabil, bahkan mengalami apresiasi. Secara year to date menguat 4,48 persen, di mana Rupiah mencapai level Rp13.138 USD,”ujar Gubernur Bank Indonesia dalam acara “Evaluasi Paket, Evaluasi Ekonomi”, di Universitas Trilogi, Jakarta, Rabu (27/6/2016).

Agus menuturkan, penguatan mata uang garuda karena adanya persepsi positif para investor terhadap prospek perekonomian di Indonesia. Selain itu, adanya pengesahan UU Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) membuat stabilitas makro ekonomi.

“Untuk sisi eksternal menguatnya Rupiah dikarenakan karena meredanya risiko di pasar keuangan terkait fed fund rate (FFR) dan pasca Brexit (British Exit). Apresian ini juga sejalan dengan aliran masuk, sampai portofolio sampai Juni 2016 sudah Rp102,6 triliun dan sampai 25 Juli kemarin dana masuk sudah Rp128 triliun,”tuturnya.

(Baca Juga: Sri Mulyani Masuk Kabinet, Rupiah Langsung Meroket ke Rp13.107) http://economy.okezone.com/read/2016/07/27/278/1447849/sri-mulyani-masuk-kabinet-rupiah-langsung-meroket-ke-rp13-107

Melansir Bloomberg Dollar Index, Rabu (27/7/2016), Rupiah pada perdagangan Spot Exchange Rate di pasar Asia, bergerak menguat 58 poin atau 0,44 persen ke Rp13.117 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp13.107-13.167 per USD.

Sementara itu, Yahoofinance mencatat Rupiah menguat 50 poin ke level Rp13.115 per USD. Adapun pergerakan harian Rupiah di angka Rp13.093 per USD hingga Rp13.165 per USD.

(mrt)

Sumber : Okezone