PT Rifan Financindo – KAYUAGUNG – Harga daging sapi dan ayam potong yang melambung tinggi saat menjelang Lebaran Idul Fitri 1437 Hijriah lalu, ternyata hingga kini masih cukup tinggi harganya di sejumlah pasar tradisional di Kota Kayuagung, OKI.

Meski diketahui Idul Fitri telah dirayakan seluruh umat Islam termasuk di Kota Kayuagung, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan (Sumsel) sejak sepekan silam. Kemarin, di Pasar Pagi Kayuagung harga daging sapi berkualitas super mencapai Rp140.000/kg atau tetap di atas harga normal Rp120.000-130.000/kg.

Sementara harga ayam ras potong juga tetap tinggi yakni mencapai Rp38.000/kg, Sedangkan ayam yang belum dipotong seharga Rp34.000 /kg. Yanto, salah satu pedagang daging sapi eceran di pasar tersebut mengungkapkan, permintaan daging pasca- Lebaran memang menurun drastis. Konsumen tetap merupakan pengusaha restoran dan warung makan yang telah berlangganan.

“Harga Rp140.000/kg, ini justru sudah turun sejak tiga hari lalu, sebelumnya saat menjelang Lebaran harga daging mencapai Rp160.000/kg, karena tingginya per mintaan konsumen terhadap kebutuhan daging sapi,” ujarnya. Salah satu pedagang daging ayam, Mursih, 40, mengatakan, walaupun kini harga daging ayam terbilang mahal, namun diakuinya harga sedemikian sudah cenderung menurun dibandingkan beberapa hari sebelum Lebaran, yakni mencapai Rp40.000/kg.

“Kalau harga normalnya di hari-hari biasa antara Rp 30.000 -34.000/kg untuk ayam kualitas bagus. Sama dengan daging kebanyakan pembeli adalah pemilik atau pengusaha rumah makan,” tutur warga Desa Sungai Pinang ini. Pasca-Lebaran, kebanyakan ibu rumah tangga justru memilih membeli bahan lauk pauk selain ayam dan daging.

Seperti yang dilakukan Winda, 25, warga Kelurahan Tanjung Rancing, yang mengaku bosan mengonsumsi daging sapi dan ayam pada momen Lebaran, kini dia justru membeli ikan. “Saya tanya ke pedagang harga ikan patin Rp22.000, gurami Rp50.000 dan nila Rp30.000. Kalau ikan laut (tongkol dan sarden) Rp20.000/kg,” rincinya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan K operasi (Disperindagkop) Kabupaten OKI, Iskandar ZA mengatakan, kenaikan harga daging sapi dan daging ayam memang sudah terjadi sejak Ramadan lalu hingga mendekati Hari Raya Idul Fitri.

“Sekarang ini memang harganya masih tinggi, tetapi dalam waktu dekat harga tersebut akan berangsur turun seiring dengan makin sedikitnya permintaan masyarakat, tingginya harga itu selain disebabkan oleh pasokan yang sedikit, juga disebabkan oleh permintaan yang tinggi,” tandasnya.

(rai)

Sumber : Okezone