PT Rifan Financindo – BENGKULU – Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bengkulu Bambang Himawan mengatakan, pihaknya menyiapkan sekira Rp 2 triliun uang kartal untuk memenuhi kebutuhan Lebaran tahun ini. Untuk permintaan uang kertas, terang Bambang, pecahan Rp2.000, Rp5.000 dan Rp 10.000 mengalami kenaikan cukup tinggi.

”Jika dibandingkan dengan tahun lalu kenaikan kebutuhan uang kartal naik 100 persen,” kata Bambang, Selasa (28/6/2016).

Kebutuhan uang kartal itu, lanjut Bambang, saat ini sudah didrop ke kantong transaksi sektor perbankan di setiap kabupaten atau kota se-Provinsi Bengkulu.

?[Baca juga: Lebaran, Danamon Siapkan Rp2 Triliun]

Tingginya kebutuhan uang kartal ini, sampai dia, berimbas pada transaksi sektor ekonomi bidang perdagangan yang beragam. Mulai dari kebutuhan sehari-hari atau barang tetap, seperti sembako dan Bahan Bakar Minyak (BBM).

”Prediksi pelepasan uang kartal itu diperkirakan sepekan menjelang Lebaran,” demikian Bambang.

(rai)

Sumber : Okezone

Bulog Pastikan Stok Beras Lebaran Aman

PT Rifan Financindo – PONOROGO ? Warga tidak perlu panik dengan stok beras di Ponorogo. Badan Urusan Logistik (Bulog) Ponorogo menjamin jumlah beras yang saat ini disangganya cukup hingga lima bulan ke depan.

?Jadi untuk bulan puasa sampai Lebaran, bahkan sampai setelah Lebaran, stok beras masih mencukupi,? ungkap Kepala Bulog Ponorogo Antok Hendriyanto, kemarin. Dia menyebutkan, hingga awal Juni lalu, serapan gabah petani di wilayah Ponorogo sudah mencapai 94 persen dari target.

Dia yakin hingga akhir Juni ini akan bisa mencapai target, terutama bila telah memasuki masa panen padi. ?Sampai awal Juni, kita sudah menyerap sekitar 67.000 ton. Dengan begitu, stok bisa sampai 2017.

Untuk Ponorogo, saya yakin tidak ada kekurangan beras,? ujarnya. Dengan begitu, ungkap Antok, dia juga yakin tidak akan terjadi gejolak harga beras di tengah masyarakat. Saat ini harga di pasaran untuk beras kualitas standar tidak terlalu tinggi.

Dari pantauannya, harga beras masih berada di kisaran Rp8.200 per kg. Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Ponorogo Rokiban menyatakan, menjelang Lebaran, stok sejumlah bahan pangan telah mencukupi, terutama beras hingga beberapa bulan ke depan.

?Gak perlu ada gejolak harga. Dari sidak kami, harga beberapa kebutuhan tergolong normal kok . Saat kita gelar operasi pasar, beras juga laku paling belakangan, itu artinya warga tidak khawatir kehabisan beras,? ungkap Rokiban. Rokiban menyatakan, harga beras masih di kisaran Rp7.500-Rp8.000 per kg.

Harga ini diyakininya bertahan sampai mendekati Lebaran, bahkan sampai setelah Lebaran, meski sangat mungkin ada kenaikan permintaan terkait perayaan Hari Raya Idul Fitri. ?Kalau beras premium ya lebih, semua tergantung selera,? ujarnya.

Senada dengan Antok, dia yakin tidak akan ada gejolak harga komoditas pokok menjelang Lebaran kali ini. Dia mengakui, untuk gula pasir, harganya memang masih tinggi, yaitu mencapai Rp16.000 per kg. ?Warga tenang-tenang saja, tidak panik dan tidak perlu panik.

Stoknya cukup kok ,? ungkapnya. Komoditas yang cukup tinggi permintaannya, kata Rokiban, adalah untuk gula pasir, minyak goreng, dan terigu. Ini terlihat saat operasi pasar, di mana ketiga komoditas cukup cepat diserap warga.

?Tapi harga di pasar saat ini masih wajar kok ,? ujarnya. Kabid Perdagangan Dinas Indagkop dan PM Kabupaten Ponorogo Winarno menyatakan, untuk peredaran komoditas, seperti beras dan gula, sejauh ini tidak ada gejolak.

?Beras tidak ada masalah, hanya gula yang masih tinggi. Tapi itu akan kami tanggulangi dengan operasi pasar sebentar lagi,? ujarnya.

(rai)

Sumber : Okezone