NEW YORK – Wall Street mengakhiri 2015 dengan performa negatif, lantaran harga minyak mentah Brent turun ke posisi terendah 11 tahunan. Selain itu, kinerja saham Apple ikut membebani penguatan indeks S&P 500.

Sektor energi di The S & P (SPNY) mengalami penurunan terbesar di antara 10 sektor utama. Sektor energi turun 1,47 persen, setelah data perkiraan konsumsi minyak musim dingin di Amerika Utara dan Eropa lebih rendah dan berpotensi menambah tekanan pada komoditas lantaran kelebihan pasokan.

Saham Saham Exxon (XOM.N) kehilangan 1,33 persen, sementara saham Chevron (CVX.N) terpuruk 1,27 persen. Namun, hambatan terberat pada indeks S&P 500 adalah saham Apple (AAPL.O) yang turun 1,31 persen.

“Mereka tidak memiliki konsistensi dan tidak ada tindak lanjut untuk itu, ini sungguh mengganggu, tapi ini nampaknya sudah menjadi pola tahunan,” kata kepala strategi pasar Nasional Securities, Donald Selkin, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (31/12/2015).

Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 0,66 persen menjadi 17.603 dan S&P 500 kehilangan 0,72 persen menjadi 2.063, sementara indeks Nasdaq Composite turun 0,82 persen ke 5.065.

Tahun ini, indeks S&P 500 mengalami kenaikan tipis 0,2 persen, sedangkan Nasdaq naik sekitar 7 persen. Namun, indeks Dow Jones mengalami turun sekira 1,2 persen pada 2015.

(mrt)