RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Beberapa hasil dari keputusan rapat di bulan Juni dari the Federal Reserve menunjukkan ekonomi tumbuh lebih lanjut, akan tetapi prihatin tentang krisis hutang Yunani.

Minutes dari pertemuan 16-17 Juni menunjukkan para pejabat sudah mulai gembira dengan perkembangan ekonomi yang positif, seperti pembelanjaan konsumen yang kuat dan tanda-tanda upah mulai naik lebih cepat. Namun, mereka ingin melihat lebih banyak dari ini sebelum mengakhiri kebijakan suku bunga nol.

?Para anggota justru melihat kondisi ekonomi sebagai pendekatan yang konsisten dengan warranting yang mulai merespon kebijakan moneter, meskipun ada satu yang menunjukkan bahwa mereka perlu melihat lebih banyak bukti bahwa pertumbuhan ekonomi yang cukup kuat dan kondisi pasar tenaga kerja tetap cukup untuk kembali kedalam target? inflasi dalam jangka menengah.? ujar minutes.

Sebelumnya dari rapat kebijakan didahului runtuhnya pembicaraan utang Yunani, serta pasar saham yang menurun di Tiongkok. Namun, pejabat melihat bahwa kegagalan untuk mencapai kesepakatan dapat menyebabkan ?efek spillover?.

?Banyak peserta menyatakan keprihatinan bahwa kegagalan Yunani dan kreditor dalam mengatasi perbedaan, dapat mengakibatkan gangguan di pasar keuangan di kawasan euro, dengan efek spillover tersedia di Amerika Serikat,? katanya

Mereka juga menyoroti kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi ?di luar negeri, terutama di Tiongkok dan pasar negara berkembang lainnya.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/fomc-bahas-yunani-dan-tiongkok/