PT Rifan Financindo – YOGYAKARTA ? Sebagai pemain baru dalam penyaluran kredit mikro melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), FIF Group terus berusaha meningkatkan penetrasi mereka.

Kendati demikian, mereka mengklaim respons masyarakat terhadap program KUR yang digelontorkan oleh FIF Group cukup bagus. Perlahan namun pasti, serapan KUR mengalami pertumbuhan. Branch Manager FIF Group Syaiful Anwar mengatakan, anggapan masyarakat tentang FIF hanya melayani kredit kendaraan bermotor, khususnya roda dua, memang cukup melekat sampai saat ini.

Sehingga masyarakat belum banyak mengetahui atau pun menyadari jika produk dari FIF tidak sekadar pembiayaan sepeda motor semata. FIF kini telah banyak bereinkarnasi menghasilkan produk-produk yang cukup beragam. ?Sekarang kredit apa pun bisa. Bahkan untuk produktif bisa kami berikan,? ujar Syaiful.

Syaiful mengungkapkan, salah satu produk yang kini tengah digenjot adalah kredit mikro, KUR. FIF baru dipercaya untuk mengelola KUR ini sejak beberapa bulan yang lalu. Untuk itu, kata Syaiful, FIF masih berjuang melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan produk ini. Ketika masyarakat sudah banyak yang mengetahui maka mereka bisa mengajukan kredit mikro ke FIF.

Menurut Syaiful, dalam beberapa bulan menyalurkan KUR, permintaan masyarakat akan produk ini memang cukup bagus. FIF patut berbangga karena dalam sebulan mampu menggelontorkan KUR sebanyak Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar. Jumlah tersebut memang tak sebesar dengan outstanding produk-produk FIF lain yang lebih dahulu mereka tangani.

Kendati demikian, Syaiful yakin kredit mikro yang mereka gelontorkan dapat diterima oleh masyarakat. Sehingga nanti FIF mampu disejajarkan dengan bank milik pemerintah dalam hal penyaluran kredit. Di samping itu, mereka juga mengaku bangga bisa berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian terutama sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah ini.

?Kami ingin berkontribusi lebih besar terhadap bangsa ini,? kata Syaiful. Direktur Utama Bank BPD DIY Bambang Setiyawan juga mengaku bangga KUR yang mereka tangani sejak bulan Mei 2016 dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Hingga saat ini pihaknya sudah mampu menggelontorkan 50 persen lebih plafon KUR yang dialokasikan pemerintah tahun 2016 ini.

Sebelumnya, pemerintah mengalokasikan KUR untuk Bank BPD DIY sebesar Rp50 miliar pada tahun 2016 ini. ?Karena serapan cukup bagus maka plafon kami ditambah jadi Rp80 miliar,? pungkas Bambang.

(rai)

Sumber : Okezone