PT Rifan Financindo – PALEMBANG – Bank Sentral Amerika Federal Reserve atau The Fed resmi menaikkan suku bunga acuan atau Federal Funds Rate (FFR) sebesar 25 bps atau 0,25% menjadi 0,75%-1% dari suku bunga acuan sebelumnya yaitu 0,5% – 0,75%.

Kenaikan ini merupakan kenaikan kedua dalam tiga bulan terakhir. The Fed terakhir kali menaikkan suku bunga pada Desember 2016 lalu menjadi kisaran 0,5 % hingga 0,75 %.

Analis Binaartaha Parama Sekuritas Reza Priyambada menyatakan, sepanjang kenaikan ini tidak dispekulasikan dengan memanfaatkan sentimen yang ada maka seharusnya baik Rupiah dan IHSG akan cenderung stabil dimana pelemahan yang terjadi beberapa hari terakhir dapat dieliminir

Dalam pandangan Reza, Pemerintah bekerja sama dengan BI dan instansi Pemerintahan terkait lainnya sudah mengantisipasi kondisi ini.

“Instrumen keuangan dalam negeri telah disiapkan dan diantisipasi untuk menghadapi kenaikan ini,” terang Reza dalam keterangan tertulis, Kamis (16/3/2017).

Para pelaku pasar, lanjut Reza, tidak perlu panik berlebihan dengan melakukan massive sell-off. Pasalnya, kenaikan ini telah diantisipasi dan diharapkan sebelumnya.

“Jangan terlalu lebay menganggap aliran dana asing akan hengkang hanya karena kenaikan FFR 25 bps,” pungkas dia.

(rzk)

Sumber : Okezone

Kenaikan Fed Rate Tekan Pergerakan Dolar AS

PT Rifan Financindo – PALEMBANG – Mata uang dolar Amerika Serikat (AS) berakhir melemah terhadap mata uang utama lainnya setelah keputusan Federal Reserve menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya dalam tiga bulan.

“Mengingat realisasi dan ekspektasi kondisi-kondisi pasar tenaga kerja dan inflasi, bank sentral memutuskan untuk menaikkan kisaran target untuk suku bunga federal fund sebesar 25 basis poin menjadi 0,75-1,0 %,” ungkap komite pembuat kebijakan Fed dalam sebuah pernyataan.

Para analis mengatakan bahwa sejak kenaikan suku bunga secara luas telah diperkirakan oleh pasar, namun investor tetap berhati-hati tentang kenaikan suku bunga berikutnya tahun ini, mengingat ketidakpastian kebijakan fiskal pemerintahan Trump.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,65 % menjadi 101,040 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,0683 dari USD1,0620 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2261 dari USD1,2164 di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7657 dari USD0,7568.

Dolar AS dibeli 113,87 yen Jepang, lebih rendah dari 114,66 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS jatuh ke 1,0031 franc Swiss dari 1,0092 franc Swiss, dan turun tipis menjadi 1,3369 dolar Kanada dari 1,3485 dolar Kanada.

(rzk)

Sumber : Okezone