RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Charles Evans, presiden Federal Reserve Chicago pada hari Kamis mengatakan bahwa dia tidak ingin meningkatkan suku bunga sampai pertengahan 2016, bahkan bisa lebih lama lagi.

?Ada alasan untuk penundaan sampai waktu tersebut, mengingat adanya resiko dari Eropa, Tiongkok, dan emerging market,? kata beliau.

Sementara fundamental ekonomi AS terlihat bagus, beberapa perkiraan untuk pertumbuhan yang kuat di tahun-tahun mendatang tergantung pada konsumen, yang sampai saat ini belum melihat adanya kenaikan upah atau pendapatan, tambahnya.

?Saya hanya tidak melihat adanya alasan logis mengapa kita harus terburu-buru dengan segala resiko yang kita hadapi,? katanya. ?Penundaan yang sedikit lebih lama lagi tidak akan merugikan siapapun.?

Evans adalah salah satu dari hanya dua pejabat The Fed yang tidak berpikir bahwa kenaikan suku bunga akan datang tahun ini. Lima belas pejabat lainnya berpikir The Fed akan bergerak setidaknya sekali sebelum akhir tahun ini.

Michael Gapen, ekonom Barclays, kata minute dari pertemuan kebijakan Juni Fed yang dirilis pada hari Rabu, mengungkapkan ?adanya ketidakamanan? komite tersebut, tidak mau membuat perkiraan ke depan.

Hal ini akan ?membuka pintu bagi anggota FOMC untuk merebut setiap titik kelemahan atau ketidakpastian di The Fed sehingga mereka menunda menaikkan suku bunga,? katanya.

Sementara ekonom masih menunjuk bulan September sebagai bulan yang memungkinkan untuk kenaikan suku bunga pertama, investor masih belum melihat langkah apapun sampai tahun 2016. Evans mengatakan ia tidak setuju dengan gagasan bahwa sudah saatnya bagi AS untuk mulai menaikkan suku bunga.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/evans-the-fed-sebaiknya-menunda-kenaikan-suku-bunga-sampai-2016/