RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT) bakal mengurangi volume ekpsor ke Jepang dan mengalihkannya ke Eropa. Hal tersebut menyusul melemahnya mata uang yen.

?Ekspor ke Jepang tahun lalu presentase 90% sekarang kami turunkan jadi 80%. Sisanya ke pasar lainnya terutama Eropa karena harganya menarik untuk imbangi harga di Jepang,? kata Senior Manager Finance dan Accounting Division Firman G Munthe di sela paparan publik di Jakarta.

Firman menjelaskan biasanya ekspor dikirimkan ke Jerman, selanjutnya dikirim ke negara eropa lainnya. Selain Eropa, perseroan juga terus meningkatkan pangsa pasar di India, Taiwan, Korea,dan Hongkong. ?Semua negara itu sebenarnya kami sudah berhasil masuk. Tapi pangsa pasarnya masih sangat kecil.Sekarang kami ubah strategi,? pungkas dia.

Firman mengungkapkan perseroan juga tengah membidik pasar Amerika, dimana, permintaan tinggi dan harga beli juga cukup tinggi sama halnya dengan Jepang. Emiten produsen kayu premium tersebut memang bertumpu pada aktivitas ekspor lantaran harga jual kayu perseroan cukup tinggi dan tidak mampu bersaing di pasar lokal.

?Kami hanya pasok sekitar 2-3% dari total volume produksi ke domestik. Karena kami hutan alam dari Kalimantan bukan hutan masyarakat yang biasanya di Jawa,? tutur dia.

Disamping diversifikasi pasar, perseroan juga melakukan diversifikasi produk untuk pemenuhan bahan baku yang berkesinambungan. Saat ini perseroan telah menggunakan kayu falcatta sebagai kombinasi bahan baku. Dari segi ukuran, perseroan juga berinovasi dari kayu tebal ke kayu yang lebih tipis. Cukup besar marginnya untuk yang kayu tipis. Selisih harganya bisa sekitar US$ 100- 200 dibandingkan kayu yang tebal,? jelas Firman.

Lebih jauh, Firman menyatakan bakal memangkas target pendapatan semula sebesar Rp 1 triliun. Hal tersebut dikarenakan kondisi pasar dan perekonomian global yang belum stabil. Sementara itu, laba bersih perseroan diproyeksikan mampu naik 2-3 kali lipat dibandingkan perolehan 2014. Hal ini diakui memperhitungkan forex gain yang cukup menguntungkan perseroan.

Adapun, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 1 juta yang diperoleh dari kas internal. Seluruhnya dialokasikan untuk peremajaan mesin perseroan pada semester II-2015.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/emiten-tirt-akan-fokus-pasar-eropa/