PT Rifan Financindo – CHICAGO – Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Senin (Selasa pagi WIB), didukung dolar AS yang lebih lemah menjelang pertemuan Federal Reserve.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember naik USD7,6, atau 0,58 persen, menjadi menetap di USD1.317,8 per ounce.

Emas mendapat dukungan, karena indeks dolar AS turun 0,2 persen menjadi 95,83 pada pukul 19.15 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah.

Para pedagang sedang menunggu hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) September, yang dijadwalkan dimulai pada Selasa dan berakhir pada Rabu.

Pasar memperkirakan bahwa Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 selama pertemuan FOMC Desember. Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 adalah 12 persen pada pertemuan September 2016, 21 persen pada pertemuan November 2016, dan 55 persen pada pertemuan Desember.

Namun, logam mulia dicegah dari kenaikan lebih lanjut, ketika laporan yang dirilis oleh Asosiasi Nasional Pengembang Perumahan AS menunjukkan bahwa Indeks Pasar Perumahannya naik sebesar enam poin ke tingkat 65 selama September.

Para analis mencatat bahwa angka merupakan posisi terbaik dari ukuran ini sejak Oktober 2005.

Emas juga berada dalam tekanan karena Dow Jones Industrial Average AS naik 18 poin, atau 0,1 persen pada pukul 19.30 GMT. Para analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian, logam mulia biasanya naik karena investor mencari tempat yang aman, sebaliknya ketika ekuitas AS membukukan keuntungan, logam mulia biasa turun.

Perak untuk pengiriman Desember naik 42,8 sen, atau 2,27 persen, menjadi ditutup pada USD19,29 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober menambahkan USD6,1, atau 0,6 persen, menjadi ditutup pada USD1.023,7 per ounce.

(rai)

Sumber : Okezone