PT Rifan Financindo – PALEMBANG – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik tajam pada Rabu (Kamis pagi WIB), menjelang pengumuman hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember melonjak USD20,2, atau 1,57%, menjadi menetap di USD1.308,20 per ounce.

Logam mulia mendapat dukungan karena investor menghabiskan sesi perdagangan secara sabar menunggu hasil dari pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal.

Investor percaya the Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 selama pertemuan FOMC Desember. Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikkan suku bunga dari 0,50 ke setidaknya 0,75 adalah pada 72% di pertemuan Desember dan 73% pada pertemuan Februari 2017.

Pedagang percaya bahwa logam mulia juga menguat akibat ketidakpastian dalam persaingan pemilihan presiden AS, karena mereka tidak yakin atas kebijakan perdagangan AS yang akan diberlakukan oleh kandidat Partai Republik Donald Trump.

Dalam bulan-bulan sebelumnya peluang kemenangan Trump adalah tidak mungkin, dan tidak ada permintaan “safe haven” untuk logam mulia, tapi jajak pendapat terbaru menunjukkan persaingan kian mengetat, memicu para investor beralih ke logam mulia sebagai “safe haven”.

Emas diberikan dukungan tambahan ketika laporan yang dirilis oleh ADP (Automated Data Processing) yang berbasis di AS menunjukkan bahwa laporan pekerjaan yang dirilis pada Rabu menurun tajam, jauh di bawah harapan, pada tingkat 147.000.

Para analis mencatat bahwa laporan ini keluar hanya beberapa hari sebelum laporan ketenagakerjaan besar pada Jumat 4 November 2016 dan mungkin merupakan sebuah pratinjau bahwa laporan dan pemikiran Fed berkaitan dengan kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan.

Indeks dolar AS turun 0,41% menjadi 97,34 pada pukul 18.15 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama.

Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar AS turun maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih murah bagi investor.

Perak untuk pengiriman Desember naik 27,5 sen, atau 1,49%, menjadi ditutup pada USD18,693 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik USD3,9, atau 0,39%, menjadi ditutup pada USD1,001.80 per ounce.

(rai)

Sumber : Okezone