PT Rifan Financindo – PALEMBANG – Harga Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah, menjelang rilis risalah pertemuan kebijakan terbaru Federal Reserve, karena dolar AS cenderung terus lebih tinggi.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Maret turun USD5,6 atau 0,45% menjadi menetap di USD1.233,30 per ounce. Indeks dolar AS naik 0,2% menjadi 101,53. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Harapan untuk catatan pertemuan FOMC adalah untuk petunjuk tentang peningkatan suku bunga AS lebih cepat daripada yang diperkirakan. Investor percaya Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,75 ke 1,00 secepatnya selama pertemuan FOMC Mei.

Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikkan suku bunga adalah 27% pada pertemuan Maret dan 53% untuk pertemuan Mei.

Emas diletakkan di bawah tekanan lebih lanjut karena laporan yang dirilis oleh National Association of Realtors (NAR) yang berbasis di AS pada Rabu menunjukkan penjualan “existing home” meningkat 3,3% ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 5,69 juta unit.

Kedua angka ini lebih baik dari perkiraan dan menunjukkan hasil terbaik sejak Februari 2007. Analis mencatat bahwa ini adalah tanda kekuatan di pasar perumahan dan kemungkinan akan mendorong investor, mendorong mereka menjauh dari aset-aset “safe haven” seperti logam mulia.

Para pedagang menunggu sisa minggu ini untuk laporan klaim pengangguran awal yang akan dirilis pada Kamis, dan laporan penjualan rumah baru pada Jumat (24/2).

Perak untuk pengiriman Maret turun 5,1 sen, atau 0,28%, menjadi ditutup pada USD17,95 per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun USD3,3 atau 0,33%, menjadi ditutup pada USD1.002,70 per ounce.

(mrt)

Sumber : Okezone

PT Rifan Financindo