RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Perdagangan bursa komoditas berjangka di hari Rabu(24/6), harga emas dan perak terpantau bergerak naik dengan diperdagangkan di zona positif, pasca ditutup melemah akibat meningkatnya spekulasi kenaikan suku bunga oleh The Fed.

Di sesi Asia, emas berjangka untuk pengiriman Agustus telah terpantau diperdagangkan lebih tinggi dengan mencatat kenaikan sebesar 0.14% pada level $1.178.30 per troy ounce di divisi Comex, NYMEX. Pergeseran harga emas pada pagi ini telah bergerak menyentuh level $1.177.40 untuk sesi terendah harian dan level $1.178.80 untuk sesi tertinggi harian.

Sedangkan untuk perak berjangka pengiriman Juli juga terpantau diperdagangkan lebih tinggi dengan mengalami kenaikan sebesar 0.32% di level $15.787 per troy ounce. Sejak pagi ini, harga perak telah bergerak menyentuh level $15.778 untuk sesi terendah harian dan level $15.815 untuk sesi tertinggi harian.

Pergerakan harga logam berjangka pada pagi ini terlihat tengah berupaya bangkit kembali setelah mendapat tekanan besar di sesi sebelumnya. Hal ini telah diakibatkan oleh meningkatnya spekulasi bahwa kenaikan suku bunga AS tahun ini dibenak para pelaku pasar.

Keyakinan tersebut telah dipertegas oleh sebuah pernyataan dari Gubernur Federal Reserve Jerome Powell yang memprediksikan bahwa Bank Sentral AS akan melakukan kenaikan suku bunga jangka pendeknya paling cepat bulan September ini, dan paling lambat pada bulan Desember tahun 2015.

Ia juga menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang lebih baik setelah kuartal pertama akan mendorong kenaikan pasar tenaga kerja kedepannya, dan ini akan menjadi dasar yang lebih besar untuk mencapai target inflasi The Fed sebesar 2%.

Sementara itu, pada laporan terpisah lainnya yang juga memberikan gejolak pergerakan emas telah dirilis oleh Biro Sensus yang menyebutkan bahwa pesanan barang tahan lama AS mengalami penurunan sebesar 1.8% di bulan Mei dan untuk pesana barang tahan lama inti, telah alami kenaikan sebesar 0.5% di bulan Mei.

Selang 90 menit kemudian, sebuah laporan resmi yang dirilis oleh Biro Sensus menyatakan bahwa penjualan rumah baru AS telah alami peningkatan sebanyak 546.000 di bulan Mei, yang merupakan level tertinggi dalam 7 tahun.

Dengan demikian, serangkaian laporan ekonomi tersebut merupakan paket yang menjatuhkan harga emas berjangka pengiriman Agustus untuk ditutup melemah di sesi sebelumnya, dengan terpantau turun sebanyak 17.80 poin atau 1.48% di level $1.183,70 pto.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/emas-coba-bangkit-pasca-ditutup-melemah/