PT Rifan Financindo – Palembang – Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Senin (Selasa pagi WIB), didukung pelemahan dolar AS menjelang pertemuan Federal Reserve minggu ini.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember, naik USD5,90 atau 0,46% menjadi ditutup pada USD1.277,70 per ounce. Indeks dolar AS melemah 0,3% menjadi 94,598 pada pukul 18.20 GMT.

Indeks dolar AS yang melacak greenback terhadap sejumlah mata uang utama ini, naik ke tingkat tertinggi dalam lebih dari tiga bulan pada Jumat (27/10), karena semakin banyak tanda-tanda muncul untuk kemajuan dalam pemotongan pajak yang dijanjikan Presiden Trump, sebuah faktor yang telah mendukung mata uang AS reli dan mendorong saham-saham ke rekor tertinggi, sehingga menekan harga emas.

Akhir pekan ini, para pedagang akan mengawasi Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang akan mengadakan pertemuan bulanan terakhirnya sebelum kenaikan tingkat suku bunga yang diperkirakan secara luas di Desember.

Kenaikan suku bunga dapat berimplikasi terhadap dolar AS, yang biasanya mendapat dukungan dari keputusan kebijakan The Fed yang “hawkish”.

Taruhan terakhir para investor memberi peluang 97 persen kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember, menurut data dari CME Group.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 9,5 sen atau 0,57% menjadi ditutup pada USD16,847 per ounce.

Platinum untuk penyerahan Januari bertambah USD8,1 atau 0,89% menjadi menetap di USD922,70 per ounce.

(rzy)

Sumber : Okezone

PT Rifan Financindo