Rifan Financindo – PALEMBANG – Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir sedikit menguat pada Selasa (Rabu pagi WIB), di tengah lemahnya data ekonomi dan ketidakpastian politik di Gedung Putih.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik USD6 atau 0,47%, menjadi menetap di USD1.279,40 per ounce.

Data ekonomi lemah yang dirilis baru-baru ini menyebabkan ketidakpastian mengenai apakah Federal Reserve AS dapat melanjutkan kenaikan suku bunga acuannya pada tahun ini, mendorong harga emas lebih tinggi, kata para analis.

Statistik resmi menunjukkan bahwa belanja konsumen naik hanya 0,1% pada Juni, menandai kenaikan terkecil di tahun ini. Belanja konsumen menyumbang lebih dari dua pertiga aktivitas ekonomi, yang merupakan mesin pertumbuhan Amerika Serikat.

Pertumbuhan pendapatan datar pada Juni dan tingkat inflasi untuk 12 bulan yang berakhir pada Juni mencapai 1,4%, turun 0,1% dari periode lalu yang berakhir pada Mei.

Sementara itu, Institute for Supply Management (ISM) mengatakan indeks manufaktur turun sedikit menjadi 56,3% pada Juli setelah mencapai level tertinggi tiga tahun di 57,8% pada Juni.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 2,2 sen atau 0,13%, menjadi ditutup di USD16,764 per ounce. Platinum untuk penyerahan Oktober naik USD8,8 atau 0,94%, menjadi menetap di USD949,50 per ounce.

(rzy)

Sumber : Okezone

Rifan Financindo