PT Rifan Financindo – DENPASAR – Bali meraup devisa sebesar USD944.158 dari pengapalan berbagai jenis produk berbahan baku kulit selama bulan Juni 2016, meningkat tipis hanya 0,07 persen dari bulan sebelumnya (Mei 2016) yang tercatat USD943.517.

“Jika dibandingkan dengan perolehan devisa bulan yang sama tahun sebelumnya merosot 20 persen, karena Juni 2015 cinderamata dari bahan kulit itu menyumbangkan sebesar USD1,18 juta,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho di Denpasar, Senin.

Ia mengatakan, kerajinan kulit tersebut hanya mampu memberikan kontribusi sebesar 1,96 persen dari total nilai ekspor Bali yang mencapai USD48,05 juta selama bulan Juni 2016, meningkat 15,34 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 41,66 persen.

Hasil kerajinan kulit yang menembus pasaran luar negeri itu antara lain berupa sepatu, sandal untuk pria dan wanita yang dibuat dengan desain yang unik dan menarik serta aneka jenis tas, ikat pinggang dan jaket.

Adi Nugroho menambahkan, perajin Bali sangat kreatif memproduksi aneka jenis cinderamata bernilai seni dan unik dengan harga yang terjangkau oleh sebagian besar pelancong dalam dan luar negeri yang berliburan ke Bali.

Kerajinan dari bahan kulit hasil sentuhan tangan-tangan terampil perajin Bali paling banyak menembus pasaran Jepang yakni 26,85 persen, menyusul Hongkong 14,06 persen, Singapura 10,52 persen dan Amerika Serikat 7,86 persen.

Selain itu juga menjangkau pasaran Australia 4,27 persen, Belanda 5,75 persen, Jerman 0,97 persen, Inggris 3,42 persen, Perancis 3,03 persen dan 23,28 persen sisanya menembus berbagai negara lainnya di belahan dunia.

Sementara Novi Setiani, salah seorang pemilik perusahaan sepatu kulit di Kota Singaraja menjelaskan, pihaknya memproduksi sepatu dengan menekankan mutu yang selama ini sangat diminati masyarakat setempat dan menembus pasaran luar negeri.

Sepatu dibuat dari bahan kulit sapi dan kulit biawak dengan berbagai rancang bangun (desain) yang mampu menarik perhatian, khususnya anak-anak muda.

Sepasang sepatu itu dijual mulai dari Rp300.000 hingga mencapai jutaan rupiah tergantung bahan baku kulit dan desainnya, ujar Novi Setiani.

(rai)

Sumber : Okezone