PT Rifan Financindo – Palembang – PT Pelindo II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) akan menggarap 3 proyek kepelabuhan sepanjang tahun 2018.

Direktur Utama Pelindo II Elvyn Gani Masassya menyebutkan, ketiga proyek tersebut yakni proyek Terminal Kijing di Kalimantan Barat, Proyek Pembangunan Kanal CBL (Cikarang Bekasi Laut) dan Pembangunan Pelabuhan Sorong di Papua Barat.

Pembangunan Terminal Kijing yang berlokasi di Kalimantan Barat ini merupakan ekstensi dari Pelabuhan Pontianak yang rencananya akan dikerjakan dalam dua tahap. Nantinya akan dibagi menjadi empat terminal yakni Terminal Petikemas, Terminal Multipurpose, Terminal Curah Cair dan Terminal Curah Kering.

“Pelabuhan Kijing diproyeksikan mampu menampung 1 juta TEUs petikemas, 8 juta ton CPO, dan 15 juta ton curah kering,” ujarnya Elvyn di Kantor IPC, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (5/2/2018).

Sedangkan untuk proyek Pembangunan Kanal CBL (Cikarang Bekasi Laut) dibangun dalam tiga tahap. Ke depan Kanal CBL akan dilengkapi Terminal Petikemas dan Terminal Curah yang ditargetkan selesai pada tahun 2021.

“Proyek Pembangunan kanal CBL (Cikarang Bekasi Laut) merupakan upaya optimalisasi alur sungai dengan menggunakan kapal tongkang sebagai alternatif moda transportasi barang dan penghubung antara pelabuhan dengan area hinterland sehingga dapat mengurangi kongesti jalan di darat dan diharapkan berdampak pada efisiensi waktu dan biaya,” jelas dia.

Adapun untuk Pelabuhan Sorong di Papua Barat rencananya dibangun untuk menjadi pelabuhan hub di Indonesia Timur. Hal itu diharapkan membuat arus tol laut ke timur Indonesia berjalan sesuai rencana. Pada pembangunan Tahap I Pelabuhan Sorong ini diproyeksikan kapasitas mencapai 500.000 TEUs.

“Pembangunan ini akan terintegrasi dengan Pelindo IV,” tutupnya.

(ulf)

(rhs)

Sumber : Okezone

“Proyek Pembangunan kanal CBL (Cikarang Bekasi Laut) merupakan upaya optimalisasi alur sungai dengan menggunakan kapal tongkang sebagai alternatif moda transportasi barang dan penghubung antara pelabuhan dengan area hinterland sehingga dapat mengurangi kongesti jalan di darat dan diharapkan berdampak pada efisiensi waktu dan biaya,” jelas dia.

Adapun untuk Pelabuhan Sorong di Papua Barat rencananya dibangun untuk menjadi pelabuhan hub di Indonesia Timur. Hal itu diharapkan membuat arus tol laut ke timur Indonesia berjalan sesuai rencana. Pada pembangunan Tahap I Pelabuhan Sorong ini diproyeksikan kapasitas mencapai 500.000 TEUs.

PT Rifan Financindo