NEW YORK – Orang terkaya kedua di Hong Kong, Lee Shau Kee dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia nomor 31 versi Forbes dengan kekayaan bersihnya mencapai USD22,6 miliar atau Rp300,4 triliun (mengacu kurs Rp13.290 per USD). Meski demikian, dia pun sekaligus didapuk sebagai pengusaha real estat atau properti terkaya kedua di dunia.

Dilansir dari Forbes, Kamis (3/3/2016), Lee kecil memang berada dalam keluarga tergolong sangat miskin. Dia dibesarkan dalam sebuah keluarga yang hanya mampu mengkonsumsi daging atau ikan hanya dua kali dalam sebulan.

Akan tetapi, berbekal pengalaman kehidupan masa kecilnya yang serba sangat sederhana tersebut, dijadikannya sebagai sebuah titik fokus pikiran agar mampu mendirikan perusahaan sendiri. Terbukti, perusahaan dibangunnya setelah Perang Dunia ke-II, dalam usia yang masih tergolong sangat muda.

“Ketika saya masih muda, bisnis jadi prioritas utama, kemudian kekayaan, lalu kesehatan dan akhirnya keluarga. Sekarang, yang pertama adalah kesehatan, kemudian keluarga, maka bisnis dan kekayaan saya ditempatkan terakhir,” katanya dalam biografi terbarunya.

Lee saat ini memimpin berbagai kerajaan bisnis yang mencakup real estat, hotel, energi dan investasi, di bawah kapal pemimpin perusahaannya bernama Henderson Land Development.

Selain sibuk menjalankan bisnisnya, pria berusia 88 ini tak lupa mengasihi sesama. Dia juga secara teratur meluangkan waktunya hanya untuk menyumbangkan sebagian kekayaannya.

Pada September 2015, Lee yang terkenal sebagai filantropis paling aktif ini diakui sebagai Chancellor’s Court of Benefactors atau Kanselir Pengadilan Donatur oleh Oxford University.

Lee selama bertahun-tahun telah menyumbangkan lebih dari USD400 juta atau Rp5,3 triliun untuk memperluas fasilitas kampus dan membangun program beasiswa.

(dhe)

(rhs)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/03/02/470/1326045/dulu-miskin-kini-jadi-pengusaha-properti-terkaya-kedua-dunia