PT Rifan Financindo – Palembang – Harga minyak dunia berakhir turun pada perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), akibat aksi ambil untung setelah minyak mentah AS dan Brent mencatat kenaikan yang kuat di sesi sebelumnya.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember, turun USD0,15 menjadi menetap di USD57,20 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Januari, turun USD0,58 menjadi ditutup pada USD63,69 per barel di London ICE Futures Exchange.

Sebelumnya, harga minyak menguat pasca-Arab Saudi telah menangkap 11 pangeran dan 38 orang menteri, mantan menteri dan wakil menteri, karena tuduhan korupsi. Perintah penangkapan dibuat oleh panel Raja Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud yang dibentuk pada Sabtu (4/11/2017), dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammad bin Salman.

Harga minyak melonjak ke tingkat tertinggi sejak musim panas 2015 pada Senin (6/11/2017), karena para analis mengatakan bahwa risiko geopolitik di Timur Tengah telah membantu menopang pasar.

Para analis mengatakan momentum kenaikan di pasar minyak tampaknya akan berkurang pada Selasa (7/11/2017), karena investor mengambil keuntungan setelah kenaikan baru-baru ini.

Sementara itu, dolar yang kuat juga membebani pasar minyak pada Selasa (7/11/2017). Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,21% menjadi 94,958 pada akhir perdagangan.

(dni)

Sumber : Okezone

PT Rifan Financindo