RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Dolar mencapai level tertinggi selama tujuh bulan terhadap euro pada hari Selasa setelah data resmi yang dirilis di awal sesi yang didukung isu kebijakan Federal Reserve yang akan menaikkan suku bunga pada bulan Desember. EURUSD melemah ke level $ 1,0631 setelah data inflasi konsumen yang diperkirakan akan mendukung rencana kenaikan suku bunga bulan Desember.

Sementara itu, dolar terhadap yen naik menjadi 123,49 ?, tingkat tertinggi dalam delapan hari. EURUSD diperdagangkan pada level $ 1,0650 pada sesi akhir Selasa di New York, dibandingkan dengan level $ 1,0686 pada akhir Senin. USDJPY diperdagangkan pada level 123,38 ?, dibandingkan dengan 123,28 ? pada akhir Senin.

John Doyle, direktur pasar di Tempus Inc, mengatakan bahwa data inflasi yang kuat, serta laporan dari The Fed yang menunjukkan tanda-tanda kehidupan bagi sektor manufaktur AS, telah menetapkan dolar bergerak lebih tinggi sampai notulensi the Fed dirilis hari ini.

Dalam perdagangan mata uang lain, GBPUSD diperdagangkan sedikit lebih tinggi terhadap USD, naik ke level $ 1,5210, dari level $ 1,5199 pada hari Senin. Notulensi the Fed bisa mendorong dolar lebih tinggi jika pembuat kebijakan muncul nyaman dengan gagasan menaikkan suku bunga pada bulan Desember. ICE US Dollar Index, DXY, berada di posisi 99,62, naik 0,2% dari level hari Senin.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/dollar-masih-cendrung-menguat/