RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Euro penerima reaksi utama dari aksi jual besar-besaran di lantai saham Tiongkok pada hari Senin. Euro menyelesaikan sesi akhir perdagangan Amerika Utara di bawah level $ 1,11 sebagai imbas dari spekulasi mata uang yang dibatalkan karena perdagangan dianggap berisiko yang akhirnya memberi dukungan positif pada mata uang bersama. EURUSD naik hampir 1% dari $ 1,0991 akhir Jumat di New York. Euro juga diperdagangkan lebih tinggi terhadap pound Inggris, EURGBP, bergerak sekitar 0,0281% dan terhadap Yen Jepang sebesar 0.01%.

Aksi jual di pasar Shanghai ? tercatat sebagai aksi jual paling tajam satu hari sejak penurunan tahun 2007 ? turut mendongkrak euro dan yen dengan mengorbankan mata uang dolar dan pasar negara berkembang, kata Jane Foley, ahli strategi FX senior di Rabobank. Foley mengatakan, zona perdagangan euro, yang menunjukkan surplus euro 18 miliar pada bulan Mei, bulan paling terakhir dimana data tersedia, membuat posisi safe haven dan euro menjadi pihak yang diuntungkan. ?Uang cenderung pulang ketika ada krisis,? kata Foley.

Dalam perdagangan terakhir, USDJPY membaik 0,04% ke level ? 123,18, dibandingkan dengan posisi ? 123,79 pada sesi akhir Jumat di New York. Mata uang emerging-market secara luas bergerak lebih rendah karena faktor kekalahan pasar saham Tiongkok dan aksi jual minyak mentah yang memasuki minggu keenam.

Banyak pasar negara berkembang tergantung pada ekspor komoditas, sehingga mata uang mereka cenderung terdepresiasi ketika harga komoditas bergerak lebih rendah.

Indeks Dollar WSJ turun 0,4% ke level 88,14. Pedagang melihat ke depan untuk pertemuan pembuat kebijakan Federal Reserve, yang akan dimulai Selasa, dan pembacaan pada kuartal kedua produk bruto domestik yang diharapkan akan dirilis Kamis.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/dollar-ditutup-melemah-terhadap-mata-uang-utama/