RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak berjangka naik pada sesi Rabu (18/3), di saat Federal Reserve menyatakan bahwa mereka berniat untuk menaikkan suku bunga acuan secara hati-hati, dimana hal ini secara tidak langsung memicu harga minyak mentah untuk rebound di West Texas Intermediate, mendorong harga di atas $ 44 per barel.

Harga sebelumnya turun di bawah $ 43 untuk posisi terendah enam tahun setelah sebuah laporan pemerintah AS menunjukkan peningkatan mingguan kesepuluh berturut-turut dalam pasokan minyak mentah.

Minyak mentah April tertempel di $ 1,20 atau 2,8% untuk menetap di $ 44,66 per barel di New York Mercantile Exchange. Rally pada akhir sesi mengakhiri penurunan selama enam sesi beruntun. Harga yang ditutup pada sesi Selasa berada di level terendah sejak Maret 2009.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei di bursa ICE Futures London naik $ 2,40 atau 4,5% untuk menetap di $ 55,91 per barel.

Dolar yang melemah setelah pengumuman Fed, menawarkan dukungan untuk semua komoditas, termasuk harga minyak Nymex.

Pasokan bensin turun 4,5 juta barel, sedangkan stok distilat naik 400.000 barel, menurut EIA.

Mengikuti reli pada minyak, bensin untuk pengiriman bulan April naik 6,9 sen atau 4%, untuk $ 1,799 per galon. minyak pemanas untuk bulan April menetap di $ 1,773 per galon, atau naik 7,9 sen atau 4,6%.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/dolar-turun-minyak-melambung/