NEW YORKKurs dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena investor menunggu laporan ketenakerjaan AS Februari untuk sinyal tentang jalur kenaikan suku bunga Federal Reserve mendatang.

Para analis menyalahkan aksi ambil untung untuk beberapa penurunan greenback, sementara sejumlah data ekonomi AS, termasuk kenaikan pesanan pabrik dan pelambatan lebih lemah dari perkiraan di sektor jasa, mendukung gagasan bahwa ekonomi berada pada jalur pertumbuhan yang stabil.

Dolar diperdagangkan pada USD1,0957 per euro sekitar pukul 22.00 GMT, turun dari USD1,0865 pada waktu yang sama Rabu. Sementara itu, di perdagangan Inggris, dolar melemah menjadi USD1,4165 per pound dari USD1,4076 per pound. Dolar Australia naik ke USD0,7356 dari USD0,7295.

Dolar dibeli 113,62 yen Jepang, lebih tinggi dari 113,46 yen pada sesi sebelumnya. Greenback turun menjadi 0,9910 franc Swiss dari 0,9965 franc Swiss, dan sedikit melemah menjadi 1,3404 dolar Kanada dari 1,3435 dolar Kanada.

“Dolar, yang mencapai perdagangan-tertimbang tertinggi satu bulan kemarin, diuntungkan minggu ini dari laporan ekonomi AS yang sebagian besar positif, membantu meredakan kekhawatiran tentang resesi menjulang di ekonomi nomor satu dunia,” kata Omer Esiner dari Commonwealth Foreign Exchange.

Laporan ketenagakerjaan Februari pada Jumat adalah bagian paling penting dari berita ekonomi dalam kalender minggu ini. Analis memperkirakan lapangan pekerjaan bertambah 190.000 dan tingkat pengangguran bertahan tidak berubah pada 4,9 persen.

“Laporan penggajian kuat lain besok kemungkinan akan pergi jauh dalam meningkatkan kepercayaan terhadap ekonomi AS dan bisa mendorong ekspektasi pasar untuk kebijakan pengetatan Fed tahun ini lebih tinggi — skenario positif lebih luas untuk greenback,” kata Esiner.

Unit kebijakan The Fed, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), diperkirakan tidak akan menaikkan suku bunga acuan federal fund pada pertemuan kebijakan 15-16 Maret, setelah menaikkannya dari tingkat terendah tujuh tahun mendekati nol pada Desember.

Tetapi, David Song analis mata uang di DailyFX, mengatakan bahwa jika data ketenagkerjaan menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan upah “sulit”, itu “mungkin mendorong FOMC untuk menerapkan biaya pinjaman yang lebih tinggi selama beberapa bulan mendatang karena Ketua Janet Yellen tetap yakin akan mencapai target infalsi 2,0 persen.”(rai)

(rhs)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/03/04/278/1327377/dolar-melemah-jelang-laporan-ketenagakerjaan-as