PT Rifan Financindo – NEW YORK – Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya di perdagangan New York pada Selasa (Rabu pagi WIB), setelah melonjak selama empat sesi berturut-turut.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik hampir 1,4 persen ke tertinggi dua minggu dalam empat sesi sebelumnya, setelah laporan ketenagakerjaan AS yang positif mendorong ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada akhir tahun.

Total penggajian (payroll) pekerja non pertanian AS naik 255.000 pada Juli, mengalahkan perkiraan para ekonom naik 180.000, dan tingkat pengangguran tidak berubah pada 4,9 persen, Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada Jumat lalu.

Penghasilan rata-rata per jam untuk semua pekerja meningkat delapan sen menjadi USD25,69, menyusul kenaikan dua sen pada Juni, menurut laporan tersebut.

Para analis mengatakan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuannya pada akhir tahun ini, mengingat pasar tenaga kerja yang kuat.

Bank sentral AS mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah dalam pertemuannya pada Juli, dan mengatakan bahwa risiko jangka pendek untuk prospek ekonomi telah berkurang.

Indeks dolar turun 0,24 persen menjadi 96,173 pada akhir perdagangan Selasa, setelah investor mengambil keuntungan dari kenaikan baru-baru ini.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1111 dolar dari USD1,1084 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris merosot menjadi USD1,2996 dari USD1,3041. Dolar Australia naik ke USD0,7664 dari USD0,7655.

Dolar dibeli 101,81 yen Jepang, lebih rendah dari 102,44 yen di sesi sebelumnya. Dolar jatuh menjadi 0,9819 franc Swiss dari 0,9827 franc Swiss, dan sedikit melemah menjadi 1,3143 dolar Kanada dari 1,3163 dolar Kanada.

(rai, Rifan Financindo)

Sumber : Okezone