Rifanfinancindo – PALEMBANG – Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Senin (Selasa pagi WIB), menjelang pertemuan dua hari Bank Sentral AS atau Federal Reserve AS.

Dengan tidak adanya data ekonomi utama yang dirilis pada Senin (12/6/2017), para investor terus mengawasi pertemuan kebijakan Fed yang dijadwalkan dimulai pada Selasa waktu setempat.

Para analis secara luas memperkirakan bank sentral AS akan menaikkan suku bunga acuannya pada pertemuan tersebut. Ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada Juni mencapai 95,8% pada Senin (12/6/2017), menurut alat FedWatch CME Group.

“Fed akan menaikkan suku bunga pada Rabu (14/6/2017), dan lagi pada September dan/atau Desember, meskipun terjadi penurunan aktivitas kredit yang tajam,” kata Chris Low, kepala ekonom FTN Financial, dalam sebuah catatan.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, beringsut turun 0,09 persen menjadi 97,82 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi 1,1200 dolar AS dari 1,1197 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2643 dolar AS dari 1,2730 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia meningkat menjadi 0,7532 dolar AS dari 0,7528 dolar AS.

Dolar dibeli 109,83 yen Jepang, lebih rendah dari 110,17 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS juga turun menjadi 0,9689 franc Swiss dari 0,9690 franc Swiss, dan turun tipis menjadi 1,3336 dolar Kanada dari 1,3469 dolar Kanada.

(rzy)

Sumber : Okezone

Rifanfinancindo