RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Sepasang kekasih dari Brazil, bekerja keras sepanjang tahun agar bisa menghabiskan liburan di New York. Setahun terakhir, tabungan mereka telah cukup. Kini dengan kesalnya, mereka hanya menghabiskan liburan tersebut di sebuah hotel di kawasan Pecinan saja.

Gambaran kekesalan para turis yang sudah mempersiapkan liburan mereka didaratan Amerika Serikat, berbuah kekecewaan. Menguatnya Dolar AS dalam satu tahun terakhir hingga 17% membuat tabungan Dolar dari wisatawatan tersebut tergerus nilainya. Dengan menyesal, mereka menyatakan tidak akan liburan ke AS, jika tahu Dolar akan melejit sekuat ini.

Menguatnya Dolar AS bukan hanya memukul para wisatawan yang berlibur di AS saja, sektor eksportir juga mengalami pukulan yang tak kalah hebatnya pula. Menguatnya Dolar membuat harga produksi mereka kalah bersaiang di luar negeri, belum lagi daya beli yang melempem. Kondisi ini semakin memperparah para eksportir.

Di Detroit, para produsen kendaraan bermotor dan teknologi otomotif merasakan getahnya, bagaimana produk-produk mereka terasa mahal dan susah untuk dijual ke pasar global. Data dari Biro Analis Ekonomi menyatakan bahwa ekspor kendaraan bermotor dan suku cadang AS termasuk mesin, mengalami penurunan di kuartal pertama tahun ini sebesar hampir 4% dibandingkan periode sama tahun lalu.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/dolar-as-kokoh-menguat-memukul-balik-rakyat-as/