PT Rifan Financindo – NEW YORK – Kurs dolar AS diperdagangkan bervariasi terhadap mata uang utama lainnya pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena investor mencerna rilis terbaru pernyataan Federal Reserve setelah pertemuan kebijakan dua hari.

Bank sentral AS mempertahankan suku bunga federal fund tidak berubah dalam pernyataan Rabu, menegaskan bahwa pihaknya terus memantau indikator-indikator inflasi dan perkembangan ekonomi global.

“Risiko-risiko jangka pendek terhadap prospek ekonomi telah berkurang,” kata Fed, menambahkan bahwa ada beberapa peningkatan penggunaan tenaga kerja dalam beberapa bulan terakhir dan pengeluaran rumah tangga telah tumbuh “dengan kuat”.

?[Baca juga: The Fed Pertahankan Suku Bunga di 0,25-0,5%]

Analis mengatakan secara keseluruhan Fed mendeskripsikan ekonomi positif, yang mungkin mengindikasikan bahwa kondisi-kondisi semakin menguntungkan untuk kenaikan suku bunga berikutnya di waktu mendatang.

Di sisi ekonomi, penjualan rumah keluarga tunggal baru di AS pada Juni 2016 berada pada tingkat tahunan disesuaikan secara musiman 592.000 unit, mengalahkan konsensus pasar, kata Departemen Perdagangan, Selasa.

Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,04 persen menjadi 97,193 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1009 dari USD1,0986 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,3172 dari USD1,3143. Dolar Australia turun ke USD0,7464 dari USD0,7507.

Dolar dibeli 105,64 yen Jepang, lebih tinggi dari 104,70 yen pada sesi sebelumnya. Dolar turun ke 0,9915 franc Swiss dari 0,9926 franc Swiss, dan beringsut naik ke 1,3216 dolar Kanada dari 1,3202 dolar Kanada.

(rai)

Sumber : Okezone

Wall Street Melemah Pasca-Fed Tahan Suku Bunga

PT Rifan Financindo – NEW YORK – Wall Street bergerak stagnan cenderung melemah pada hari Rabu waktu setempat setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunganya di 0,25 hingga 0,5 persen.

Indeks Dow Jones industrial average ditutup stagnan cenderung melemah 0,01 persen di 18.472,17 poin dan S & P 500 berakhir turun 0,12 persen pada 2.166,58. Nasdaq Composite .IXIC menguat 0,58 persen menjadi 5.139,81.

The Fed belum akan menggerakkan suku bunga pada pertemuan dua hari bulan ini. Namun, investor telah cemas menanti kenaikan suku bunga yang kemungkinan terjadi pasca-keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Di sisi lain, Bank sentral AS menunjukkan adanya perbaikan ekonomi AS ke depannya dan ekspektasi inflasi sedikit berubah dalam beberapa bulan terakhir.

“Pernyataan itu lebih konstruktif tentang ekonomi,” kata Wakil Presiden Senior di Franklin Templeton, Mike Materasso, melansir Reuters, Kamis (28/7/2016).

?[Baca juga: The Fed Pertahankan Suku Bunga di 0,25-0,5%]

Enam dari 10 besar sektor S & P jatuh, dipimpin oleh penurunan 1,44 persen di .SPLRCS indeks konsumen diikuti dengan penurunan 1,17 persen dalam indeks utilitas .SPLRCU.

Setelah bel, Facebook (FB.O) mencatat hasil kuartalan yang membuat sahamnya 6 persen lebih tinggi.

Sebelumnya, Saham Boeing (BA.N) naik 0,8 persen setelah perusahaan melaporkan kerugian lebih kecil dari yang diperkirakan dalam hasil kuartalan intinya.

Saham Apple Inc (AAPL.O) naik 6,6 persen setelah perusahaan menjual lebih banyak iPhone dari yang diharapkan pada kuartal ketiga dan memberikan perkiraan arus kuartal yang optimistis.

(rai)

Sumber : Okezone