Rifanfinancindo – PALEMBANG – Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Selasa (Rabu pagi WIB). Pelemahan terjadi karena Federal Reserve memulai pertemuan kebijakan moneter dua harinya.

Diperkirakan secara luas bahwa bank sentral AS tidak akan menaikkan suku bunga pada pertemuan tersebut, namun para investor yakin Fed akan mengumumkan pengurangan secara bertahap neracanya yang mencapai sebesar USD4,5 triliun.

Para analis mengatakan, pasar juga akan mencari petunjuk apakah Fed akan menaikkan suku bunga acuannya pada Desember.

Departemen Perdagangan merilis, di sektor ekonomi, data housing starts atau rumah yang baru dibangun yang dimiliki secara pribadi di AS pada Agustus berada di tingkat tahunan disesuaikan secara musiman sebesar 1.180.000 unit, mengalahkan konsensus pasar.

Angka tersebut, 0,8% di bawah perkiraan Juli yang direvisi sebesar 1.190.000 unit, namun 1,4% di atas tingkat Agustus 2016 sebanyak 1.164.000 unit.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,29% menjadi 91,776 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1998 dari USD1,1950 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,3523 dari USD1,3489 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,8012 dari USD0,7952.

Dolar AS dibeli 111,46 yen Jepang, lebih rendah dari 111,48 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS meningkat menjadi 0,9625 franc Swiss dari 0,9614 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2272 dolar Kanada dari 1,2307 dolar Kanada.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Sumber : Okezone

Rifanfinancindo