PT Rifan Financindo – JAKARTA – Kementerian Keuangan hari ini merilis data penerimaan pajak hingga 30 Juni 2016. Kementerian Keuangan mencatat, penerimaan pajak hingga 30 Juni 2016 mencapai Rp518,4 triliun atau hanya mencapai 33,7 persen dari target.

Menanggapi hal ini, Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi mengungkapkan, rendahnya penerimaan pajak ini adalah karena merosotnya penerimaan pajak sektor migas. Hal ini disebabkan karena anjloknya harga minyak mentah dunia sejak awal tahun 2016 lalu.

“Karena migas saja, kan kalau harga migas saya enggak bisa kendalikan. Migas saja yang hanya 50 persen dibanding tahun lalu. Harganya turun, dulu bisa USD 100 per barel sekarang hanya USD 40 per barel. Itu pun kalau laku,” kata Ken saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (13/7/2016).

Seperti diketahui, anjloknya harga minyak mentah dunia sejak awal tahun 2016 lalu telah berdampak pada merosotnya penerimaan pajak sektor minyak dan gas (migas) sepanjang Semester I-2016. Berdasarkan data sementara hingga 30 Juni 2016, penerimaan pajak sektor migas anjlok hingga 40 persen.

Berikut adalah data penerimaan pajak sepanjang Semester I-2016:

-PPh non migas Rp269,5 triliun atau 32,9 persen dari target

-PPh migas Rp16,3 triliun atau 44,9 persen dari target

-PPN dan PPnBM Rp167,7 triliun atau 35,4 persen dari target

-PBB Rp0,7 triliun atau 4 persen dari target

-Pajak lainnya Rp4 triliun atau 53,7 persen dari target

Kepabeanan cukai Rp60,2 triliun atau 32,7 persen dari target. Terdiri dari:

– Cukai: Rp 42,9 triliun atau 29 persen dari target

-Bea Masuk: Rp16 triliun atau 48 persen dari target

-Bea Keluar: Rp1,3 triliun atau 51,5 persen dari target.

(rzy)

Sumber : Okezone