Rifan Financindo – PALEMBANG – Pemutusan hubungan antara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan JP Morgan Chase Bank dinilai tidak akan mempengaruhi perekonomian Indonesia. Pasalnya, Indonesia tidak terlalu bergantung pada bank tersebut.

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan, pemutusan hubungan tersebut justru merugikan JP Morgan. Sebab, investor banyak yang menilai positif ekonomi Indonesia.

“Aman, saya kira JP Morgan yang rugi karena mayoritas lembaga riset menilai kita membaik. Kredibilitas mereka yang dipertaruhkan,” kata dia kepada Okezone di Jakarta.

Dia menambahkan, langkah pemerintah memutuskan hubungan juga tidak akan mengganggu penerimaan tax amnesty meskipun JP Morgan telah didepak sebagai bank persepsi.

“Karena tidak banyak juga dana yang disimpan di sana dan akan direpatriasi. Kebanyakan Investment Bank Singapore,” tukas dia.

Seperti diketahui, Kementerian Keuangan melalui surat nomor S-10023/PB/2016 telah memutuskan hubungan kerja sama dengan JP Morgan Chase Bank. Surat keputusan ini diterbitkan berlandaskan Surat Menteri Keuangan Nomor S-1006/MK.08/2016 yang diterbitkan pada 17 November 2016. JP Morgan dikabarkan merilis riset yang merugikan pemerintah.

Surat keputusan pemberhentian kerja sama ini sendiri ditandatangani oleh Dirjen Perbendaharaan Marwanto Harjowiryono tanggal 9 Desember 2016. Dalam surat tersebut, pemutusan hubungan kontrak telah efektif berlaku sejak 1 Januari 2017.

(rai)

Sumber : Okezone

Dideterminasi Kemenkeu, Nasib Bisnis JP Morgan?