PT Rifan Financindo – JAKARTA ?Besarnya dana repatriasi yang bakal masuk ke Indonesia pasca diberlakukannya tax amnesty, memacu industri keuangan baik perbankan dan pasar modal berlomba-lomba menghimpun dana tersebut, apalagi pemerintah mendorong BUMN untuk bisa menyerap dana repatriasi.

Gayung pun bersambut, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) bakal menerbitkan surat utang dan melepas sebagian saham anak usahanya ke pasar modal.

Direktur Utama WIKA, M.Choliq bilang, perseroan siap menyerap dana repatriasi yang masuk ke pasar modal dengan merilis aksi korporasi berupa penerbitan obligasi dengan target awal Rp5 triliun.

?Instrumen yang bakal dirilis bisa macam-macam. Pertama, saya bisa meng-IPO-kan Waskita Beton Precast, menjual saham Waskita Toll Road atau obligasi.?ujarnya di Jakarta.

Obligasi tersebut akan diterbitkan tahun ini. Dananya akan digunakan untuk membangun beberapa ruas tol, seperti Tol Pemalang, Batang, Semarang. Disebutkan, total nilai proyek bisa Rp15 triliunan dan pendanaan lewat instrument penerbitan obligasi sebesar Rp5 triliun dan Rp10 triliunnya dari instrumen equity.

Sebagai informasi, selain menggarap proyek jalan tol, BUMN konstruksi ini juga menggarap mega proyek kereta cepat Jakarta ?Bandung yang ditargetkan hingga akhir tahun fisik pembangunannya sudah rampung minimal 10 persen. ?Mudah-mudahan hingga akhir tahun, sudah sampai 10 persen untuk pembangunan fisik,?kata Direktur Utama WIKA, Bintang Perbowo.

Bintang menambahkan, rencananya akhir bulan ini perseroan akan mendapatkan kontrak baru senilai Rp15 triliun dari proyek kereta cepat tersebut. Hal itu untuk menindaklanjuti keluarnya izin pembangunan di trase jalur kereta cepat sepanjang 53 km yang baru dikeluarkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bulan lalu.

(mrt)

Sumber : Okezone

Pemprov DKI Terus Lakukan Penataan Trotoar

PT Rifan Financindo – JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga DKI terus melakukan penataan dan perbaikan trotoar-trotoar yang tersebar di wilayah ibukota.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Yusmada Faizal di Jakarta, Jumat, mengatakan sepanjang tahun ini, perbaikan trotoar akan dilakukan pada 48 lokasi yang tersebar di 42 kecamatan di DKI Jakarta.

“Dari jumlah tersebut, sebanyak enam titik diantaranya dikerjakan oleh kami, sedangkan sisanya dikerjakan oleh suku dinas di masing-masing wilayah,” kata Yusmada.

Menurut dia, keenam titik lokasi penataan trotoar yang akan dikerjakan oleh Dinas Bina Marga DKI, kawasan Tanah Abang, Caringin, sekitar Rusun Daan Mogot, sekitar kawasan Terminal Rawamangun, kawasan Pluit dan kawasan Blok M. (Baca juga: Jalur Pedestrian di DKI Jakarta yang Terawat Hanya 6%)

“Kami ingin memberikan contoh pelebaran trotoar di enam wilayah, masing-masing satu titik. Saat ini, kami sudah masuk dalam proses penandatanganan kontrak. Diharapkan, paling lambat semua kontrak sudah ditandatangani awal bulan depan,” ujar Yusmada.

Lebih lanjut, dia menuturkan pengerjaan seluruh paket pekerjaan penataan trotoar dengan total biaya keseluruhan mencapai Rp250 miliar yang dilakukan melalui katalog elektronik (e-katalog) LKPP.

“Semua paket pengerjaan penataan trotoar itu akan kami lakukan pakai e-katalog LKPP. Akan tetapi, kalau di katalog itu hanya spesifikasi ideal yang dicantumkan, sedangkan bentuk fisiknya tidak ada,” tutur Yusmada.

Oleh karena itu, dia mengungkapkan pada akhir Juni 2016, pihaknya telah mengajak vendor untuk meninjau pengerjaan trotoar serta pembuatan mock up atau maket di simpang Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Dengan demikian, pihak vendor dapat mengetahui bentuk fisik spesifikasi trotoar yang ideal untuk diterapkan di wilayah DKI Jakarta ke depannya,” ungkap Yusmada.

(rzk)

Sumber : Okezone