Rifan Financindo – PALEMBANG – Terbongkarnya kasus jual beli data nasabah mengejutkan masyarakat. Tak hanya itu, masyarakat juga khawatir jika nomor telepon hingga data dirinya tersebar luas dan dimanfaatkan oleh orang lain.

Penjualan data nasabah terkuak saat Bareskrim menangkap pelaku yang diketahui berinisal C. Dia diduga menjual data menggunakan jaringan internet.

Untuk menghindari hal tersebut, Okezone telah merangkum beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Berikut adalah hal yang harus dilakukan agar data Anda tidak tersebar:

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati ketika isi formulir. Pada saat mengisi data pribadi, pastikan anda membaca ketentuan sharing data yang berada di formulir.

Terkait hal ini, OJK akan melakukan sosialisasi pada masyarakat perihal ini. Pasalnya, ketika formulir pengisian ada tanda yang menetujui bahwa nasabah mengizinkan untuk sharing data, maka akan sulit nantinya.

Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kartika Wirjoatmodjo mengimbau nasabah untuk lebih berhati-hati, mengingat kerahasiaan data nasabah begitu rentan. Jebolnya rahasia data nasabah bank itu pun kerap dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk melakukan penipuan yang tujuannya untuk menguras dana milik nasabah dengan berbagai cara yang mereka miliki.

Bos dari bank berkode saham BMRI itu pun mengatakan, ada oknum nakal yang berpura-pura menjadi pegawai bank guna membujuk nasabah, yang ujung-ujungnya akan merugikan nasabah.

Sama halnya dengan mengisi formulir, Anda juga perlu berhati-hati saat mengisi data di online shop. Sebab, hingga kini belum ada lembaga yang mengawasi keamanan belanja secara online.

Misalnya, setiap melakukan pembelian, maka penjual akan meminta tiga digit terakhir nomor kartu.

Tak disangka, ternyata saat kartu kredit digesek pada mesin kasir, data Anda bisa terekam secara otomatis. Sekretaris Perusahaan PT Bank Mandiri Tbk Rohan Hafas mengatakan, sejatinya transaksi kartu kredit cukup dengan menggesekkan kartu ke mesin EDC. Tidak perlu digesek ke mesin kasir.

Pertama menggesekkan kartu kredit atau debit ke mesin EDC, kemudian kasir menggesekkan lagi ke keybord komputer atau mesin cash register yang ada di kasir. Padahal sudah cukup dengan menggesekkan ke ECD. Jangan mau, karena itu merekam data nasabah di komputer atau hardisk PC mereka,” jelasnya.

Lantas apakah masyarakat menyadari hal itu? Apakah mereka khawatir data mereka disalahgunakan?

1. Tri Utami (23) Karyawan Swasta

Waktu itu liat di berita juga kalau data nasabah itu dijadikan objek untuk mendapatkan keuntungan oknum nakal. Yang saya heran segampang itu data kita bisa diketahui orang lain.

Kalo data kita sebagai nasabah bank dijual beli dengan bebas kayak gitu sayang juga. Kenapa gampang banget mereka dapetin data-data kita. Emangnya pengamanan bank kurang baik, sampai data kita enggak aman begitu.

Kalau sampai dijualbelikan begitu, nasabah pastinya jadi risih dan was-was nanti kenapa-kenapa. Mau gimana pun data nasabah itu kan harusnya bersifat rahasia. Jadi harusnya enggak segampang itu dibongkar sama orang lain.

Berarti bank harus memperkuat sistem pengamanan data nasabah. Pihak berwenang juga harus menindak tegas pelakunya, bahkan kalo pelakunya dari orang dalem bank, sanksinya harus lebih tegas lagi. Karena itu udah indikasi perbuatan yang membahayakan nasabah. Hari ini mereka akses data kita, ke depan siapa yang tahu apa yang bakal mereka lakuin lagi kan.

2. Safitri Anggraeni (28) Karyawan Swasta

Saya dulu sempat dengar, katanya data nasabah bank itu emang mudah didapatkan sama pihak-pihak tertentu yang pengen cari keuntungan lewat cara-cara tidak benar itu.

Mungkin semua data nasabah bank udah enggak rahasia lagi. Artinya data kita sebagai nasabah bank udah enggak aman. Orang yang tidak bertanggungjawab dengan mudah bisa tahu data-data kita.

Kalau sampai disalahgunakan data-data kita yang mereka tahu, saya khawatir. Takutnya digunain buat yang enggak-enggak. Tapi kayaknya sekalipun mereka tahu data kita mereka tetep enggak bisa mengambil uang di rekening kita. Kalo sampai bisa pasti udah heboh.

Saran saya pihak bank harus lebih memperkuat pengamanan data nasabah. Masa data kita gampang sekali diketahuin sama orang lain, sampai dijadikan alat untuk mencari keuntungan orang-orang yang enggak bertanggung jawab.

3. Chandra Kirana (21) Mahasiswa

Saya enggak tahu ada jual-beli data nasabah. Tapi saya tahu kalau data nasabah banyak yang dicuri entah untuk kepentingan apa.

Waktu itu ada yang hubungin saya dari orang bank buat nawarin kartu kredit. Mungkin dia tahu nomor handphone saya data saya yang diambil itu.

Selama uang saya aman, saya enggak mau ambil pusing. Tapi kalo uang saya sampai bisa diambil baru itu harus benar-benar ditindak tegas karena udah masuk perbuatan kriminal.

Saran saya keamanan data nasabah harus benar-benar dijaga. Pihak bank jangan lalai sampe-sampe data kita bisa diambil orang.

4. Irfan Diansyah (27) Karyawan Swasta

 

Iya, saya baru-baru ini tahu kalau data nasabah bank bisa dijual beli sama oknum yang tidak bertanggung jawab

Bisa jadi data saya sudah tersebar ke mana-mana. Denger-denger banyak juga kan data nasabah yang dijualbelikan sama oknum yang tidak bertanggungjawab itu. Tidak menutup kemungkinan data saya juga dijualbelikan sama mereka.

Agak khawatir juga, takutnya data kita disalahgunakan sama mereka yang mengetahui data-data kita di bank. Tapi asal mereka tidak bisa menarik uang kita, tidak begitu mengkhawatirkan. Kalau mereka sampai bisa mengambil uang kita, itu yang bahaya kan.

Saran saya pihak yang bertanggungjawab melakukan pengawasan harus bisa mengawasi dengan baik. Jangan sampai kita sebagai nasabah bank dirugikan akibat mudahnya data kita dijual beli.

5. Ferdi Utomo (24) Karyawan Swasta

Iya pernah denger soal jual-beli data nasabah. Cuma selama ini saya enggak terganggu jadi enggak terlalu mikirin.

Sejauh ini saya enggak ngalamin hal yang aneh-aneh soal ATM, atau kartu kredit yang saya punya. Jadi saya enggak tahu gimana caranya tahu kalo data saya diperjualbelikan.

Asal mereka enggak bisa mengakses uang saya, saya enggak masalah.

Cuma saya tetep saran ke bank harus lindungin nasabahnya. Harus dipastikan kalo data-data kita enggak disalahgunakan.

(rzy)

Sumber : Okezone

Rifan Financindo