PT Rifan Financindo – PALEMBANG – Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) meminta BI dan perbankan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan baik mengenai gesek kartu dua kali saat melakukan transaksi di ritel modern. Hal ini agar tidak menimbulkan banyak pemahaman di masyarakat.

“Aprindo meminta BI dan atau pihak bank segera melakukan sosialisasi peraturan BI Nomor 18 tahun 2016 secara lengkap kepada masyarakat dan pelaku ritel yang menggunakan EDC dan mesin kasir,” ungkap Ketua Umum Aprindo Roy Mandey di Kawasan SCBD, Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Namun ia memastikan pihaknya akan tetap mendukung kebijakan yang dikeluarkan Bank Indonesia terkait larangan pembayaran Double Swipe kartu kredit atau debit di gerai ritel modern tersebut.

“Demi keamanan dan kenyamanan konsumen, Aprindo pastikan gerai-gerai ritel modern yang ada di bawah Aprindo tidak melakukan double swipe kepada konsumen yang hendak membayar menggunakan kartu debet atau kartu kredit,” jelasnya.

Selain mendukung Aprindo sekaligus siap melaksanakan Peraturan Bank Indonesia nomor 18 tahun 2016 tersebut. Karena itu pihaknya sudah mengirimkan surat kepada seluruh toko ritel yang tergabung di Aprindo.

Lebih lanjut, Roy menambahkan ada beberapa hal yang perlu dijelaskan bahwa Aprindo memastikan bahwa pembayaran dengan menggunakan kartu kredit atau debet di gerai anggota Aprindo aman dipastikan tidak ada kebocoran data.

“Data transaksi ritel modern dilakukan terpusat dan tersimpan dengan baik di server komputer masing-masing perusahaan dan diakses hanya oleh mereka yang memiliki otoritas atau perbankan,” jelasnya.

Roy juga mengatakan saat ini metode pembayaran di ritel modern secara garis besar ada dua yakni gesek kartu di EDC untuk pembayaran dan kasir melakukan input nomor kartu kredit atau debet di mesin kasir. Proses ini dilakukan untuk memvalidasi transaksi penjualan.

Yang kedua gesek kartu di mesin EDC namun kasir tidak lagi melakukan input apapun di mesin kasir. Tapi metode pembayaran ini berdasarkan kebijakan masing-masing Perusahaan Ritel namun dipastikan metode pembayaran tersebut tidak melanggar ketentuan hukum yang ada.

(rzy)

Sumber : Okezone

PT Rifan Financindo