RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Dalam pasar uang, nilai tukar akan cenderung bergerak sangat fluktuatif disaat data-data penting tersebut diumumkan. Oleh sebab itu sangat bijaksana apabila para pialang sekalian tetap memperhatikan dengan seksama dan mengikuti berbagai peristiwa yang bisa secara substansi membuat pasar fluktuatif.

Selama sepekan kedepan, terdapat beberapa indikator penting bagi pasar diantaranya adalah Indek Harga Konsumen Jerman, Tingkat Pengangguran Eropa, Tingkat Produksi Domestik Kanada, Indek Harga Konsumen Eropa, Tingkat Kepercayaan Konsumen AS, Data ISM AS dan Non Farm Payroll AS.

Tingkat Harga Konsumen Jerman.

Data CPI Eropa ini mengukur besaran biaya hidup atas indikasi harga sejumlah item. Angka CPI ini akan menjadi penunjuk bagi besarnya inflasi dimana secara sektoral akan terlihat besarnya tekanan sejumlah penyumbang utama laju inflasi. Secara sederhana, angka inflasi mencerminkan besarnya suatu penurunan dalam kemampuan membeli bagi masyarakat Eropa khususnya dalam hal ini adalah Jerman, dimana hanya sejumlah kecil pembelian jasa dan konsumsi terjadi.

Sebagaimana dinyatakan bahwa kenaikan yang terjadi di data ini akan menunjukkan lebih banyak Euro yang dibelanjakan masyarakat Jerman atas sejumlah kebutuhan pokok. Dengan posisi Jerman sebagai aktor ekonomi utama Zona Ekonomi Eropa, besarnya angka CPI Jerman ini akan memberikan gambaran awal laju inflasi baik di Jerman ataupun Eropa secara umum. Dengan demikian akan bisa membuat prediksi langkah apa yang akan diambil oleh Bank Sentral Eropa, (ECB). Tingginya inflasi akan menjadi sinyal bahwa ECB akan menaikkan suku bunganya, sebagai upaya memperkuat Euro.

Pada Senin (29/06) Indek Harga Konsumen (CPI) Jerman telah dikabarkan, dimana hasilnya lebih buruk dari perkiraan awal. Pada data sebelumnya, dinyatakan Indek Harga Konsumen Jerman sebesar 0.7% dan diperkirakan pada bulan Juni di tahun ini akan turun menjadi 0.5%, nyatanya justru lebih rendah lagi pada posisi 0.3%. Dengan hasil yang demikian, mempertegas premis bahwa ECB belum akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat ini.

Data Manufaktur ISM AS

Jajak ISM Manfaktur sangat bernilai karena diterbitkan secara berkala dan berbagai hal yang menjadi cakupan dalam jajak tersebut. Tak heran data ekonomi ISM menjadi salah satu sentimen besar yang bisa mempengaruhi pasar dan pergerakan ekonomi AS. Komponen tingkat pengangguran dan harga konsumen menjadi sub komponen penting untuk mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja AS dan kecenderungan inflasi. Dua hal ini merupakan indikator ekonomi yang sangat besar bagi pasar. Indikator manufaktur ISM yang diterbitkan merupakan agregat dari berbagai komponen yang dinilai oleh ISM dalam bentuk indek. Angka indek yang naik menunjukkan hasil yang positif, indek yang hanya setengah persen perubahannya dinyatakan sebagai ?tanpa perubahan?, dan kondisi yang memburuk dinyatakan dalam penurunan angka indek.

Pada Rabu (01/07) ISM akan melansiri data manufaktur dimana diperkirakan akan mengalami peningkatan dari bulan sebelumnya diangka 52.8 menjadi 53. Bila memang terjadi kenaikan sebagaimana yang diperkirakan maka kenaikan ini masih kurang signifikan besarnya. Hal ini mengkonfirmasi kondisi ekonomi AS yang masih bergerak merayap.

 

Data Non-farm Payrolls AS

Ini merupakan data ekonomi yang secara khusus meneropong perubahan angka tenaga kerja AS diluar sektor pertanian. Non-farm payrolls merupakan data populer yang penting disimak untuk melihat secara umum kondisi ketenaga kerjaan AS, bahkan dianggap data yang paling komprehensif untuk mengukur terciptanya sejumlah pekerjaan di AS.

Dalam tingkat tertentu, besarnya angka NFP sangat signifikan dalam membaca pengaruh sektor ketenaga kerjaan dalam ekonomi AS. Secara khusus, berbagai tekanan politis akan muncul didalam penyajiannya. Hal ini tak bisa dipungkiri sejalan dengan tanggung jawab the Fed yang memiliki amanat untuk tetap membuat tingkat pengangguran dalam kisaran yang sehat sehingga suku bunga juga bisa dikendalikan.

Kenaikan data Non-farm Payroll mengisyaratkan kondisi lapangan kerja yang membaik, dan naiknya tekanan inflasi dimana untuk melawan atau mengendalikannya, The Fed biasanya menaikkan suku bunga. Sebaliknya jika data Non-farm Payroll ini mengalami penurunan secara konsisten akan merujuk pada perlambatan ekonomi, yang memicu he Fed untuk menurunkan suku bunga.

Pada Kamis (02/07) nanti, akan diumumkan data ini dimana diperkirakan akan mengalami penurunan dari bulan sebelumnya yang berada di angka 280 ribu menjadi 225 ribu. Jika memang terjadi penurunan sebagaimana yang diperkirakan maka akan mengkonfirmasi kondisi ekonomi AS yang melambat di kuartal ini. Tentunya hal ini menjadi perhatian pemerintah AS khususnya The Fed terkait dengan rencana menaikkan suku bunga kembali.

 

Tingkat Pengangguran AS

Ini merupakan salah satu data mahkota yang mempengaruhi pasar global. Tingkat pengangguran AS mencerminkan prosentase rakyat AS yang digolongkan sebagai pengangguran. Data ini sangat populer untuk meneropong kondisi pasar tenaga kerja AS. Atas dasar kebijakan The Federal Reserve sendiri yang secara ketat dan terkontrol berusaha menjaga tingkat pengangguran rendah. Tingginya angka pengangguran akan memberikan tekanan bagi suku bunga AS, sehingga membuat The Fed akan mencari jalan bagi upaya-upaya mendorong dan merangsang perekonomian AS tetap tumbuh berkembang.

Secara khusus, tingkat pengangguran AS mengindikasikan tingkat produksi ekonomi, tingkat konsumsi swasta, pendapatan pekerja dan sentimen konsumen. Angka pengangguran AS diperkirakan akan mengalami? penurunan tipis ke 5.4% dibulan Juni dari bulan sebelumnya sebelumnya sebesar 5.5 %. Data ini akan diumumkan berselang waktu dengan data Non-farm Payroll pada Kamis (02/07) nanti.

Tingkat pengangguran yang rendah akan diterjemahkan sebagai indikasi dalam masyarakat AS lebih banyak yang memiliki uang sehingga diyakini akan membuat tingkat konsumsi juga lebih tinggi. Dengan konsumsi yang lebih baik dan naik pula, maka akan membawa pada pertumbuhan ekonomi dan berpotensi terjadi kenaikan inflasi pula. Sebaliknya, jika tingkat pengangguran tinggi maka masyarakat memiliki pendapatan yang lebih rendah sehingga berdampak pada perilaku konsumsi yang minim dan akhirnya membuat perekonomian jalan ditempat.

Dengan berbagai data-data ekonomi tersebut, para pelaku pasar hendaknya bisa lebih baik dalam menentukan strategi yang akan dijalankannya. ?Saat data-data tersebut diumumkan, sebagaian pelaku pasar seringkali melakukan transaksi. Terkadang hasilnya memang cukup signifikan, meskipun lebih banyak diantaranya yang berakhir dalam kegagalan dan kerugian. Pelajarilah berbagai kesalahan yang dibuat para pialang saat melakukan transaksi di momen yang penting ini. Setidaknya dengan melihat lebih dalam berbagai data-data ekonomi ini maka akan bisa membuat rencana transaksi yang lebih baik, dan akhirnya bisa mengurangi resiko kerugian. Selamat bertransaksi dan sukses selalu.

SUMBER : http://financeroll.co.id/news/data-penting-sepekan-berdampak-tinggi-bagi-pasar/