Rifanfinancindo – PALEMBANG – Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Senin (Selasa pagi WIB), karena data manufaktur dari negara tersebut berada di bawah ekspektasi.

Federal Reserve Bank of New York melaporkan pada Senin (15/5) bahwa aktivitas bisnis di Negara Bagian New York datar, menurut perusahaan-perusahaan yang menanggapi Survei Manufaktur Negara Bagian New York (Empire State Manufacturing Survey) pada Mei 2017.

Indeks kondisi bisnis umum turun enam poin menjadi -1,0, jauh di bawah konsensus pasar 8,0.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,30% menjadi 98,955 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,0976 dari USD1,0920, dan poundsterling Inggris naik ke USD1,2894 dari USD1,2879 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia meningkat menjadi USD0,7416 dari USD0,7391.

Dolar AS dibeli 113,70 yen Jepang, lebih tinggi dari 113,43 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9964 franc Swiss dari 1,0021 franc Swiss dan turun tipis menjadi 1,3646 dolar Kanada dari 1,3713 dolar Kanada.

(dni)

Sumber : Okezone

MoU Proyek KA Cepat Jakarta-Bandung Senilai 4,498 Miliar Dolar AS

Rifanfinancindo – PALEMBANG – Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping (kedua kanan) menyaksikan penandatanganan perjanjian fasilitasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung oleh Direktur Utama PT KCIC Hanggoro (kedua kiri) dan Direktur Utama Bank Pembangunan Nasional Tiongkok Hu Huaibang (kanan) di Gedung Great Hall of the People, Beijing, RRT, Minggu (14/5/2017). Nilai komitmen kerja sama proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung tersebut sebesar 4,498 miliar dolar AS.

Sumber : Okezone