JAKARTA ? Pemerintah saat ini tengah mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional. Salah satunya adalah Batam, saat ini pemerintah tengah berupaya mempercepat perubahan ststus Batam dari Free Trade Zone menjadi KEK.

Menurut Kepala Biro Hukum, Persidangan, dan Hubungan Masyarakat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Elen Setiadi, kehadiran KEK ini diharapkan dapat meningkatkan nilai investasi di Indonesia. Untuk itu, butuh pengembangan sektor strategis seperti Sumber Daya Manusia, inovasi teknologi, serta kapasitas pengelola bagi suatu wilayah yang telah ditetapkan sebagai KEK.

?Kehadiran KEK diharapkan mampu meningkatkan investasi, mempercepat pembangunan antar wilayah, mengoptimalkan kegiatan ekonomi yang bernilai tinggi, serta menciptakan lapangan pekerjaan. Hingga pada akhirnya dapat memberikan dampak pada pengurangan kemiskinan di Indonesia?, ujar Elen seperti dikutip dalam laman web Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (10/6/2016).

Namun, untuk mencapai pengembangan ini butuh dana yang tidak besar. Pasalnya, beberapa fasilitas perlu disediakan seperti pada bidang perpajakan, kepabeanan dan cukai, lalu lintas barang, ketenagakerjaan, keimigrasian, pertanahan, serta perizinan dan non perizinan. Perkiraan total nilai investasi di KEK hingga tahun 2025 pun ditaksir mencapai Rp636,94 Triliun.

Selain itu, Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Goro Ekanto mengungkapkan, butuh insentif pajak bagi daerah Kawasan Ekonomi Khusus. Pasalnya, insentif pajak ini juga dapat mendorong minat investor untuk dapat berinvestasi di Indonesia.

?Insentif pajak diperlukan. Apalagi dalam situasi global ini semua negara berkompetisi. Investor selalu akan mengomparasi dengan negara-negara di sekitar kita (Indonesia),? imbuhnya.

Untuk diketahui, hingga saat ini, pemerintah telah menetapkan 9 KEK di Indonesia. Kesembilan KEK tersebut yaitu KEK Sei Mangkei, KEK Tanjung Lesung, KEK Tanjung Api-api, KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK), KEK Bitung, KEK Morotai, KEK Palu, KEK Mandalika, dan KEK Tanjung Kelayang. Mengingat besarnya dana yang dibutuhkan untuk mengembangkan KEK ini, maka butuh bantuan dana dari investor. Untuk itu, pemerintah perlu memberikan insentif bagi para investor yang akan berinvestasi secara khusus pada kawasan ekonomi khusus di Indonesia.

(rzy)

Sumber : Okezone