PT Rifan Financindo – PALEMBANG – Masyarakat Amerika Serikat (AS) bersiap memilih presiden hari ini. Kursi Presiden ke-58 diperebutkan oleh Hillary Rodham Clinton dan Donald John Trump. Siapa pemenangnya, akan ditentukan sesaat lagi ?

Direktur Indef Enny Sri Hartati mengatakan, siapa pun pemenang dalam pemilihan presiden (Pilpres) AS, akan memberi warna terbaru khususnya pada ekonomi AS. Apalagi, jika yang menang adalah Donald Trump.

“Trump kan memiliki kebijakan ekonomi yang sangat Berbeda. Kalau Hillary kan punya kebijakan yang sama dengan Presiden Obama. Jika Trump terpilih maka warna ekonomi Amerika akan berbeda,”ujarnya kepada Okezone.

Enny mengaku, tidak terlalu mendalami Pilpres AS sebagai dampak yang besar bagi perekonomian global dan Indonesia. Menurutnya, Pilpres tersebut memiliki dampak kecil, karena yang dinantikan semua negara setelah Pilpres ini, kebijakan apa yang dibuat saat AS menetapkan pilihannya.

“Sebenarnya yang mempengaruhi perekonomian ini The Fed, itu dampaknya baru besar. Kalau Pilpres semua wait and see. Jika ada perubahan pasti setelah presiden ditetapkan,” tandasnya.

(mrt)

Sumber : Okezone

 

ancaman-yang-hantui-ekonomi-indonesia-ih6VX90DDQImbas Pilpres AS Baru Terasa Jika Pemerintahannya Sudah Berjalan

PT Rifan Financindo – PALEMBANG – Seluruh mata dunia tertuju pada Amerika Serikat (AS) jelang pemilihan presiden (Pilpres), malam nanti. Siapa presiden terpilih, tentu memiliki sentimen bagi perekonomian global.

Pengamat Ekonomi David Sumual memproyeksikan, banyak negara mulai khawatir dengan hasil yang tidak terduga dalam Pilpres AS nanti. Seperti pada hasil referendum Brexit, di mana 51,9% pemilih mendukung Inggris keluar dari Uni Eropa sedangkan 48,1% mendukung tetap bergabung. Ini hasil yang di luar dugaan.

“Nah, dalam Pilpres nanti banyak orang menganggap bahwa Hillary akan menang, tapi jika sebaliknya Trump yang menang maka menjadi kekhawatiran,” tuturnya kepada Okezone.

Menurut David, jika hasil di luar dugaan maka yang mengkhawatirkan adalah pertumbuhan ekonomi global. Trump, dikenal sebagai orang yang anti perdagangan internasional. Dengan demikian, sentimen terhadap pasar sangat besar jika Trump terpilih.

“Ini kalau posisinya di luar dugaan ya, kalau Trump menang dikhawatirkan mempengaruhi pertumbuhan pasar finansial,” ucapnya.

Sementara itu, dampak bagi Indonesia, Pilpres AS tidak begitu terlalu terlihat. Pasalnya, pemilihan ini baru menimbulkan sentimen yang belum diketahui positif atau negatif bagi Indonesia.

“Ini baru sentimen ya, siapa yang terpilih nanti belum diketahui apa kebijakannya, dan untuk kita belum tahu dampaknya. Selama ini kan kebijakan baru diucapkan saat kampanye, ketika terpilih belum tentu kebijakan saat kampanye direalisasikan,” jelasnya.

(rzy)

Sumber : Okezone