JAKARTA – Kondisi perekonomian global yang tidak kondusif membuat mata uang negara-negara ini terpuruk.

Mata uang ini mengalami tekanan yang datang dari berbagai isu global, mulai dari kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) hingga pelambatan ekonomi China. Seperti dilansir dari CNN, Senin (4/1/2015), berikut mata uang paling terpuruk? tersebut.

1. Peso, Argentina

Peso telah melemah 34,6 persen terhadap dolar AS. Artinya, peso adalah mata uang paling terpuruk di dunia.

Pemerintah Argentina telah melepas nilai peso ke pasar pada Desember 2015, membiarkannya mengambang bebas. Pemerintah berharap hal tersebut akan mendorong lebih banyak investasi asing.

Ekonomi Argentina terpuruk akibat mengalami missmanagement. Negara ini sangat membutuhkan investasi asing.

2. Real, Brasil

Real anjlok 32,9 persen terhadap dolar AS tahun ini. Brasil sangat tergantung pada ekspor pertanian dan bahan baku seperti minyak, gula, kopi dan logam. Anjloknya harga komoditas otomatis memukul mata uang Brasil.

Hal ini diperparah dengan aksi korupsi. Sebuah skandal yang melibatkan minyak raksasa Brasil Petrobras telah melibatkan banyak pejabat, pelaku bisnis dan politikus.

3. Rand, Afrika Selatan (Afsel)

Rand melemah 25 persen atas dolar AS pada 2015. Anjloknya harga komoditas telah memukul perusahaan-perusahaan besar di negara ini. Pasalnya, sektor pertambangan menyumbang sekitar 50 persen dari pendapatan devisa negara, dan defisit transaksi berjalan tumbuh signifikan.

Pengangguran negara ini tembus 25 persen dan inflasi diperkirakan akan mencapai 5,6 persen pada 2016.

Ekonomi terbesar kedua di Benua Afrika ini kian parah setelah kekacauan politik di bulan Desember, ketika negara memiliki tiga menteri keuangan kurang dari seminggu.

4. Lira, Turki

Lira melemah hingga 20 persen terhadap dolar AS. Ekonomi Turki terguncang akibat kombinasi ketidakpastian politik dan situasi keamanan yang memburuk di negara tetangga Suriah.

Turki juga di antara negara-negara yang terkena keputusan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga. Hal ini akan mendongkrak biaya utang menjadi kian besar.

IMF mengharapkan Turki tumbuh 3,6 persen pada 2016. Padahal negara ini tumbuh 9 persen pada 2010 dan 2011.

5. Ruble, Rusia

2015 menjadi tahun yang sangat buruk bagi Rusia. Pendapatan minyak dan gas yang sangat penting bagi negara tersebut ternyata tidak seberapa, dan perekonomian negara ini jatuh ke dalam resesi. Alhasil, rubel anjlok 17 persen terhadap dolar AS.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim resesi ekonomi telah berakhir. Tapi sebaliknya, data-data ekonomi menunjukkan realitas yang berbeda: PDB Rusia, produksi industri dan penjualan ritel terus menurun.

Namun, kinerja mata uang rubel memang lebih baik dari tahun lalu, yakni ketika terkoreksi 41 persen terhadap dolar AS.

(wdi)

Sumber : http://economy.okezone.com/read/2016/01/01/278/1278975/daftar-mata-uang-paling-terpuruk-di-2015?page=1