PT Rifanfinancindo – JAKARTA – Majalah Forbes kembali merilis daftar tahunan 50 perusahaan publik terbesar se-Asia Pasifik yang bertajuk ?Fab 50?. Seluruh perusahaan tersebut dipilih dari 1.524 perusahaan publik yang memiliki minimal pendapatan tahunan sebesar USD1,7 miliar atau setara Rp22,431 triliun (mengacu kurs Rp13.195 per USD).

Melansir Forbes, Senin (5/9/2016), berikut adalah lima perusahaan publik yang paling besar di daftar tersebut, berdasarkan alfabetnya:

1. AAC Technologies Speaker

Perusahaan ini memproduksi dan mendistribusikan komponen-komponen yang berhubungan dengan suara seperti speaker, gagang telepon, dan microphone. Pelanggan perusahaan mencakup Apple, Samsung, LG, dan perusahaan-perusahaan smartphone asal China.

Didirikan pada 1993 oleh Benjamin Pan Zhengmin dan istrinya, Ingrid, yang saat ini memiliki kekayaan USD3,5 miliar atau Rp46,182 triliun per Februari. Perusahaan yang bermarkas di Shenzhen ini telah memiliki 20 pusat penelitian dan pengembangan di seluruh dunia serta memiliki 1.700 hak paten.

2. Alibaba

Perusahaan e-commerce terbesar di Asia ini mencatatkan laba USD11,2 miliar atau setara Rp147,784 triliun. Angka ini merupakan yang tertinggi bila dibandingkan dari laba perusahaan-perusahaan lainnya di daftar ini.

Didirikan pada 1999 oleh Jack Ma, yang merupakan orang terkaya kedua di China, perusahaan ini berbasis di Hangzhou. Selain itu, Alibaba juga membeli SCMP Group, termasuk surat kabar berbahasa Inggris asal Hong Kong, the South China Morning Post, senilai USD100 juta atau setara Rp1,319 triliun.

3. Amorepacific

Raksasa produk kecantikan ini kembali masuk ke jajaran ?Fab 50? untuk kedua kalinya secara berturut-turut berkat ?virus? Korea yang terus menyebar. Merek ini kembali meraup keuntungan dari penjualannya ke seluruh dunia. Bahkan, baru-baru ini Chairman Amorepacific Suh Kyung-Bae didaulat menjadi orang terkaya kedua di negara Ginseng tersebut.

4. Aurobindo Pharma

Perusahaan pembuat obat generik asal Hyderabad, India, juga kembali berhasil masuk ke jajaran ini kedua kalinya secara berturut-turut. Laba perusahaan tumbuh 18 persen pada akhir tahun, didorong oleh penjualan obat baru. Miliarder AS, PV Ramprasad Reddy, merupakan salah satu penemu perusahaan yang memegang saham sebesar 45 persen.

5. Baidu

Perusahaan ini turun untuk pertama kalinya ke peringkat lima meskipun pendapatan bersih mereka berhasil meningkat 149 persen dalam kurun waktu setahun. Penemu sekaligus CEO, Robin Li merupakan orang terkaya keempat di China.

Baidu Map, memiliki pengguna lebih dari 500 juta, dan menargetkan angka tersebut akan terus bertambah pada setiap negara sekitar 50 hingga 150 sampai akhir tahun. Pada Juni, Baidu menjajaki kerja sama dengan People?s Daily, surat kabar resmi untuk Partai Komunis China, guna mempromosikan isi konten pada Baijiahao, platform para blogger-nya Baidu.

Perusahaan mengatakan akan fokus dalam mengembangkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan mobil tanpa supir pada tahun-tahun mendatang.

(dhe)

(rhs)

Sumber : Okezone