JAKARTA – Sering matinya listrik di wilayah Sumatera telah membuat banyak pihak geram. Padahal, dengan adanya kepastian pasokan listrik akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

?Hampir tiap hari ada pemadaman bergilir di Sumatera Utara ini, Tanjung Morawa sana paling parah kondisinya, hal ini bisa ditanyakan langsung kepada masyarakat Tanjung Morawa soal keadaan yang buruk terhadap listrik di Sumatera? kata praktisi bisnis manufaktur di Sumatera Frans Simatupang seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (1/6/2016).

Menurut Frans, pertumbuhan kebutuhan listrik di Sumatera amat tinggi jika dibandingkan dengan kebutuhan listrik di Jawa. Tahun 2015 kebutuhan listrik di Jawa hanya tumbuh 1,2 persen, sementara pertumbuhan kebutuhan listrik di Jawa 7 persen, menurut proyeksi pertumbuhan listrik di Sumatera tinggi 10 persen ada di Sumbagsel (Sumatera Bagian Selatan) dan 7 persen ada di Sumbagut (Sumatera Bagian Utara).

?Sumatera ini punya segala macam bahan mentah energi, seperti batu bara. Tapi ini kan ironis, daftar antrean tunggu daftar listrik di Sumatera ini sangat panjang, belum lagi antrean sektor usaha untuk mendaftar sampai berbulan bulan lamanya,” jelasnya.

Dirinya prihatin, karena Pembangkit Listrik di Sumatera Selatan malah mengaliri listrik lewat HDVC (High Voltage Direct Current) atau Kabel Bawah Laut Bertegangan Tinggi ke Jawa.

“Padahal Jawa sudah mengalami guyuran listrik yang besar dan sudah terinterkoneksi, jaringannya sudah terintegrasi sementara Sumatera belum. Harus dihitung berapa tingkat elektrifikasi di satu wilayah dan bagaimana pertumbuhan atas potensi ekonominya,? katanya.

Dia menambahkan, seringnya pemadaman listrik di wilayah Sumatera, membawa kesengsaraan banyak warga Sumatera, apalagi menjelang Lebaran ini. Sudah banyak warga Sumatera mengeluhkan soal pemadaman listrik, dan warga meminta di Sumatera didirikan pembangkit Listrik yang hebat seperti di Jawa.

?Kita ini sama satu Indonesia, enggak adil dong kalau Listrik dibawa ke Jawa semua,? katanya.

Karena itu, dirinya mendukung PLN bila pembangkit listrik di Sumatera Selatan, 8, 9 dan 10 itu mengaliri listrik ke di Sumatera bukan ke Jawa.

“Karena menggunakan tenaga batu bara, jangan sampai Sumatera kena sampah Co2 sementara Jawa terang benderang,” tutupnya.

(dni)

Sumber : Okezone